free geoip Hadits Ifki, Hoax di Zaman Nabi | Website Kantor Kementerian Agama Kab. Pandeglang
Jumat, 29 Oktober 2021
INFO TERKINI

Hadits Ifki, Hoax di Zaman Nabi

Hoax atau berita bohong pernah terjadi di zaman Nabi Muhammad Saw., tepatnya pada Sya’ban tahun ke-5 Hijriyah. Usai perang Bani Musthaliq, muncul “hadits ifki” (berita hoax) yang hampir saja mencabik-cabik persatuan antara golongan Muhajirin dan golongan Anshar.

Salah seorang golongan Muhajirin menendang salah seorang golongan Anshar, hingga terjadi adu mulut di antara mereka. Tak terima dengan perlakuan seorang golongan Muhajirin, lelaki dari golongan Anshar itu mengata-katainya dengan ujaran yang menyakitkan hati, yaitu umpatan jahiliyah!.

Pihak Muhajirin tak terima disebut “jahiliyah”, sementara pihak Anshar tak terima ditendang dan disakiti, dan hal itu membuat mereka akhirnya sama-sama mengadu kepada Rasulullah. Setelah diusut ternyata konflik antarasahabat Nabi dari golongan Muhajirin dan Anshar itu dipicu perbuatan adu domba yang dilakukan oleh sekelompok munafiq yang dipunggawai Abdullah b. Ubay b. Salul.

Abdullah bin Ubay bersama kawan-kawannya sengaja membuat onar sebab iri dan dengki dengan kekompakan dan persatuan sahabat Nabi dalam Perang Bani Musthaliq yang terjadi pada bulan Sya’ban tahun 5 H.

Perang ini dipicu provokasi kepala Suku Bani Musthaliq, bernama al-Harits bin Abi Dhirar yang mengajak suku-suku Arab agar melawan Nabi Muhammad Saw. Untuk memastikan informasi provokasi al-Harits bin Abi Dhirar, Rasulullah mengutus Buraidah bin al-Hasib sebagai intelijen untuk menggali berita rencana kudeta Bani Musthaliq.

Dalam penyamarannya, Buraidah bin al-Hasib bertemu langsung al-Harits bin Abi Dhirar dan terbukti ada rencana penyerangan Bani Musthaliq ke kota Madinah. Setelah mendengarkan informasi Buraidah, Rasulullah memutuskan mendahului penyerangan terhadap Bani Musthaliq.

Pada hari kedua bulan Sya’ban, Rasulullah bersama pasukannya tiba di kawasan al-Muraisi’, tempat sumber mata air di sebelah Qadid, dekat Mekkah. Serangan Rasulullah terhadap Bani Musthaliq didukung penuh kekuatan seluruh lapisan masyarakat Madinah. Abu Bakar memegang bendera golongan Muhajirin sedangkan Sa’ad bin Ubadah memegang bendera golongan Anshar. Selain golongan Muhajirin dan Anshar, ikut serta pula dalam serangan itu golongan Yahudi dan Nasrani serta kelompok munafik.

Bani Musthaliq kocar-kacir tak kuasa menahan serangan pasukan Rasulullah. 10 orang Bani Musthaliq mati terbunuh; di antaranya Musaffi’, suami Juwairiyah binti al-Harits. Sementara 700 orang lainnya menjadi tawanan perang. Umat Islam berhasil memenangi peperangan melawan Bani Musthaliq pada bulan Sya’ban 5 H.

Kegemilangan yang diraih umat Islam ini membuat iri orang-orang munafik. Mereka tidak saja mengadu-domba antara golongan Muhajirin dengan Anshar, tetapi juga menyebar berita hoax seputar kehidupan keluarga Rasulullah.

Di satu pihak, Abdullah bin Ubay menyebar berita hoax kepada Rasulullah dan para sahabat tentang perselingkuhan Aisyah binti Abu Bakr dengan Shafwan bin Mu’attal as-Sulami. Sementara di pihak lain, Abdullah bin Ubay meniupkan kabar panas kepada Aisyah tentang “kegenitan” Juwairiyah binti Al-Harits yang meminta dirinya dinikahi Rasulullah.

Allah Swt. lalu menurunkan surat an-Nur ayat 11-20 untuk mengembalikan reputasi dan dedikasi Aisyah di hadapan seluruh umat Islam, termasuk juga posisinya sebagai istri terdekat Rasulullah Saw. Hoax yang disebarluaskan Abdullah bin Ubay pada bulan Sya’ban tahun 5 H akhirnya kandas tak membuahkan hasil.

 


M. Ishom el-Saha (Dosen UIN Sultan Maulana Hasanuddin, Banten)