free geoip Kanwil Kemenag Provinsi Banten Adakan Sosialisasi Ujian di Pandeglang | Website Kantor Kementerian Agama Kab. Pandeglang
Jumat, 17 September 2021
INFO TERKINI

Kanwil Kemenag Provinsi Banten Adakan Sosialisasi Ujian di Pandeglang

Pandeglang (Humas Pandeglang) – Bidang Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam (PAKIS) Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Banten menggelar kegiatan sosialisasi ujian Pendidikan Agama Islam dan ujian kesetaraan pada pondok pesantren se-Provinsi Banten, Selasa (25/02/2020). Kegiatan dilaksanakan di 2 lokasi, yaitu Aula Kantor Kemenag Kabupaten Pandeglang dan Aula Pusat Pelayanan Haji dan Umrah Terpadu.

Sosialisasi diikuti oleh 80 peserta dari semua kabupaten/kota di Provinsi Banten, 40 sebagai peserta sosialisasi ujian Pendidikan Agama Islam dan 40 lainnya peserta sosialisasi ujian kesetaraan. Peserta terdiri dari Kepala Seksi PAKIS/PAIS/PD Pontren se-Provinsi Banten, KKG/MGMP PAI, penyelenggara kesetaraan pada pondok pesantren dan para operator.

Kegiatan dibuka oleh Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Banten H. A. Bazari Syam didampingi Kabid PAKIS H. Encep Syafrudin Muhyi dan Kepala Kemenag Kabupaten Pandeglang H. Endang.

Dalam sambutannya H. Bazari mengapresiasi kiprah dan peran pondok pesantren dalam mencerdaskan bangsa. Pondok pesantren, kata H. Bazari, telah menunjukkan sebagai lembaga pendidikan yang tetap eksis dan menghasilkan lulusan yang beraneka ragam dan bertebaran dalam seluruh lini kehidupan di masyarakat.

“Alumni pondok pesantren bisa jadi apa saja. Karena itu, bagi para santri kita adakan program kesetaraan di pondok pesantren, supaya para alumninya tidak hanya menguasai kitab-kitab kajian keislaman tetapi juga memiliki ijazah formal yang bisa digunakan di masyarakat. Jadi kalau nanti ada lulusan pesantren yang didorong oleh masyarakat untuk menjadi kepala desa, ijazah kesetaraan yang dimilikinya bisa dipakai. Sebab ijazah Ula sudah setara dengan SD, Wustho setara SMP dan Ulya setara dengan SMA,” papar Kakanwil.

Sedangkan kepada para guru agama, Kakanwil mengingatkan peran penting mereka dalam penanaman akhlak yang mulia kepada peserta didik. “Semodern apapun dunia pendidikan, agama tetap menjadi kunci. Karena penanaman akhlak tidak bisa digantikan oleh sosok yang lain. Suri tauladan dan penanaman akhlaqul karimah tidak bisa didelegasikan kepada audio visual. Inilah peran penting dan tugas berat yang harus diemban guru agama,” ujar Kakanwil.