free geoip Aktualisasi 5 Tipe Guru di Masa Pandemi Corona | Website Kantor Kementerian Agama Kab. Pandeglang
Kamis, 28 Oktober 2021
INFO TERKINI
UAMBN-BK di MTsN 4 Pandeglang, Kecamatan Munjul Pandeglang.

Aktualisasi 5 Tipe Guru di Masa Pandemi Corona

Menjadi guru bukanlah suatu profesi yang mudah. Pemerintah dengan kebijakannya mensyaratkan siapa saja yang ingin menjadi guru harus memenuhi kompetensi-kompetensi yang telah ditentukan yakni kompetensi pedagogik, sosial, profesional, dan kepribadian. Di tangan seorang guru tunas-tunas bangsa Indonesia akan dibentuk menjadi kuat atau sebaliknya. Siswa ibarat anak panah dan guru adalah busurnya. Pusatkanlah anak panah pada arah yang benar, sehingga akan mendarat di tempat tujuan yang benar pula. Sebagai busur, guru harus bisa mengarahkan dan mendoakan tanpa mendikte dan memaksakan ke mana arah anak panah itu melesat ke objek tujuan (tepat sasaran).

Peran sentral guru dalam mengolah pendidikan tentunya tidak perlu dipertanyakan, terlebih di tengah pandemi Covid-19 ini. Guru harus mampu memanfaatkan teknologi sebagai media atau alat bantu yang membantu proses pembelajaran. Tapi perlu diingat, teknologi hanya sebagai alat bantu bukan hal yang primer. Kreativitas guru dalam mengolah pembelajraan jarak jauh (PJJ) tentunya menjadi salah satu indikator pencapaian keberhasilan guru. Peran guru tetap tidak bisa tergantikan oleh teknologi dalam pembelajaran.

Tidak bisa dipungkiri, setelah kurang lebih dua bulan pemerintah menerapkan peraturan work from home atau school for home rasa rindu dan kangen kebersamaan di sekolah pasti menjalar dalam hati setiap guru dan siswa. Keterbatasan ruang dan waktu ini menjadikan seorang guru lebih sadar seberapa besar kehadirannya dirindukan oleh siswanya atau bahkan sebaliknya, tidak dirindukan sama sekali. Terkait hal itu, mengutip dan memodifikasi pernyataaan Emha Ainun Najib (Cak Nun), bahwa tipe guru terbagi menjadi lima yakni wajib, sunah, mubah, makruh, dan makruh.

Pertama, tipe guru wajib. Tipe guru ini dicirikan dengan keberadaan kita sebagai guru wajib ada di lingkungan sekolah. Semua siswa akan mencari dan merasa kehilangan jika guru dengan tipe ini tidak ada. Kehadirannya sangat dibutuhkan oleh siswa pada khususnya dan seluruh warga sekolah pada umumnya.

Guru dengan tipe wajib dapat dilihat dari tutur katanya yang sopan dan santun. Tidak ada yang keluar dari mulutnya selain perkara yang bernilai kebaikan. Penampilan yang rapih. Memiliki komitmen yang tinggi untuk terus mengupgrade kemampuan diri dengan terus belajar dan belajar. Mampu menghargai dan menghormati perbedaan sekali pun dari siswa. Bersifat terbuka terhadap perubahan zaman. Dan melakukan semua kewajibannya dengan sepenuh hati tanpa ada intervensi dari orang lain atau biar bisa dilihat atasan (asal bos senang).

Kedua, tipe guru sunnah. Tipe guru ini dicirikan dengan keberadaan kita tidak mesti ada di lingkungan sekolah. Namun jika kita ada akan lebih baik. Siswa dan warga sekolah akan merasa lebih senang jika kita sebagai guru dengan tipe ini ada di sekolah, tapi kalau pun tidak ada, tidak akan menjadi masalah besar.

Guru dengan tipe sunah hampir sama dengan tipe wajib, dia memiliki semangat dan etos kerja yang baik, berpretasi, dan mau belajar. Hanya saja, guru dengan tipe sunah ini belum sepenuh hati menjalankan semua kewajibannya sehingga tidak menimbulkan kesan yang mendalam ketika dia tidak ada.

Ketiga, tipe guru mubah. Tipe guru ini dicirikan dengan orang lain dalam hal ini siswa dan warga sekolah tidak peduli apakah guru itu ada atau tidak ada di lingkungan sekolah. Keberadaan guru ini tidak memberi manfaat sedikit pun bagi lingkungan sekolah.

Guru dengan tipe mubah ini adalah guru yang tidak memiliki motivasi untuk melakukan perubahan untuk dirinya dan orang lain khususnya siswa. Ia malas mengajar, asal ada dan hadir di sekolah, dan tidak memikirkan kualitas dan prestasi sekolah. Guru dengan tipe ini memiliki pemikiran asal menggugurkan kewajibannya saja.

Keempat tipe guru makruh. Tipe guru ini dicirikan dengan keberadaan kita sebagai guru tidak apa -apa di lingkungan sekolah. Namun, akan jauh lebih baik jika tipe guru ini tidak ada di lingkungan sekolah. Ketidakhadiranya jauh lebih diimpikan oleh siswa dan warga sekolah daripada kehadirannnya.

Guru dengan tipe makruh ini dapat dilihat dari cara dia tidak pernah tuntas melakukan tugas-tugasnya. Kata-kata atau ucapan yang dia keluarkan hanya berisi kesia-siaan tanpa ada manfaatnya. Kehadiranya tidak diinginkan oleh warga sekolah karena hanya akan mengangu kinerja orang lain

Kelima tipe guru haram. Tipe guru ini dicirikan dengan keberadan kita sebagai guru sangat tidak diharapkan oleh lingkungan sekolah khususnya siswa. Bahkan menjadi haram kalau tipe guru ini ada, karena keberadannya hanya akan merugikan lingkungan sekolah atau siswa.

Guru dengan tipe haram ini adalah guru yang sangat malang dan merugi. Setiap ucapan yang keluar dari mulutnya hanya berupa kesia-siaan belaka. Tak pernah ada dibenaknya memikirkan bagaimana mutu pendidikan ini berubah ke arah yang lebih baik. Di pikirannya hanya uang, uang, dang uang. Tingkah laku yang ia tunjukan dipenuhi dengan emosional, tidak jujur, serakah, dan membuat orang lain merasa terganggu dengan tingkah lakunya.

Dari lima jenis tipe guru di atas, kira-kira berada di posisi mana kah kita berada? Jika kita berada di tipe wajib, maka kita perlu bersyukur dan mempertahankan posisi kita. Namun, jika menempati posisi selain wajib terlebih haram kita harus berbenah diri dan segera memperbaiki diri dengan jalan terus belajar dn mengupgrade kemampaun kita sebagai guru. Karena guru dengan tipe wajiblah yang dibutuhkan Indonesia pada saat ini dan saat mendatang. Guru dengan tipe wajib lah yang mampu membawa perubhan-perubahan pendidkan indonesia menjadi lebih baik dalam kancah nasional maupun internasional.