free geoip Kemenag Pandeglang Gelar Baksos ke Warga Eks Penganut Aliran Hakdat | Website Kantor Kementerian Agama Kab. Pandeglang
Selasa, 13 April 2021

Kemenag Pandeglang Gelar Baksos ke Warga Eks Penganut Aliran Hakdat

Pandeglang (Humas Pandeglang) – Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pandeglang menggelar bakti sosial (Baksos) bagi warga Kampung Cimenteng Desa Tamanjaya Kecamatan Sumur, Pandeglang, Selasa (22/12/2020). Sebagian warga kampung tersebut ditengarai sempat menjadi pengikut aliran Hakdat, sebuah aliran kepercayaan yang telah dinyatakan menyimpang dari ajaran Islam oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Pandeglang.

Baksos dipimpin langsung oleh Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Pandeglang H. Endang, didampingi Kasubbag Tata Usaha, para Kepala Seksi, Kepala KUA, penyuluh Agama Islam dan Dharma Wanita Persatuan Unit Kantor Kemenag Kabupaten Pandeglang. Hadir pula Ketua MUI Kecamatan Sumur KH. Zaenudin Abasi dan Kades Tamanjaya Ade Sutonih.

Setiba di Kampung Cimenteng yang dihuni oleh sekitar 120 KK sekitar pukul 12.30 WIB, rombongan Kemenag Pandeglang berjalan kaki menyambangi rumah Sahim, mantan tokoh aliran Hakdat yang tinggal terpisah dari pemukiman utama sejauh  1 kilometer.

Di halaman rumah Sahim, dilakukan serah terima bantuan secara simbolis dari Kemenag Kabupaten Pandeglang kepada Sahim dan keluarganya serta Kades Tamanjaya Ade Sutonih. Adapun bantuan yang diberikan berupa sembako sebanyak 50 paket, selimut, Al Qur’an dan santunan bagi yatim.

Kepala Kemenag Kabupaten Pandeglang H. Endang menjelaskan, bakti sosial ini merupakan rangkaian kegiatan peringatan Hari Amal Bakti (HAB) Kementerian Agama ke-75. Menurut H. Endang, Kampung Cimenteng sengaja dipilih sebagai lokasi baksos, mengingat di kampung ini sebagian warganya sempat terpapar aliran Hakdat.

Kegiatan baksos yang digelar Kemenag Kabupaten Pandeglang mendapat apresiasi dari Ketua MUI Kecamatan Sumur KH. Zaenudin Abasi. “Alhamdulillah kami sangat mengapresiasi bakti sosial dari Kementerian Agama. Baksos ini menunjukkan adanya perhatian dari pemerintah yang sedang dibutuhkan oleh warga Cimenteng. Kami dari MUI juga sudah merencanakan akan mengadakan pembinaan keagamaan secara rutin,” ujarnya.

Hal yang sama dikatakan Kades Tamanjaya Ade Sutonih. Menurut Ade, pihaknya juga sedang mematangkan rencana pembinaan dengan Ustadz Sarmedi, penyuluh agama Islam (PAI) yang bertugas di Desa Tamanjaya dan Tunggaljaya. “Kami masih sedang merumuskan metode yang sesuai, apakah mau door to door atau kolektif,” kata Ade.

Berita Lainnya

16 Orang Penganut Hakekok Balaksuta Dipulangkan Dalam Suasana Haru

Pandeglang (Humas) – Setelah mendapat pembinaan keagamaan selama kurang lebih 2 pekan dan sudah menyatakan …