free geoip 3 Madrasah Negeri di Pandeglang Akan Dibangun Gunakan SBSN Rp. 13,6 Milyar | Website Kantor Kementerian Agama Kab. Pandeglang
Selasa, 13 April 2021

3 Madrasah Negeri di Pandeglang Akan Dibangun Gunakan SBSN Rp. 13,6 Milyar

Pandeglang (Humas Pandeglang) – Tahun 2021 ini Kementerian Agama akan membangun 3 madrasah negeri di Kabupaten Pandeglang dengan anggaran sekitar Rp. 13,6 Milyar. Anggaran pembangunan untuk ketiga madrasah tersebut berasal dari Surat Berharga Syariah Negara (SBSN). Berbagai persiapan dibahas dalam rapat koordinasi persiapan pelaksanaan proyek yang dilaksanakan di Kampung Nelayan Cottage & Resto Tanjung Lesung Kecamatan Panimbang, Pandeglang, Selasa (22/12/2020).

Rapat koordinasi dihadiri Kepala Kantor Kemenag Pandeglang H. Endang, Kabid Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Provinsi Banten H. Miftahudin, Kasubbag Perencanaan, Data dan Informasi Kanwil Kemenag Provinsi Banten H. Nurcholis Ali, Kasi Sarana dan Prasana Bidang Pendidikan Madrasah Mahar Pratama, Kasi Pendidikan Madrasah Kantor Kemenag Pandeglang H. Solekhudin, para kepala madrasah dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK).

MAN 4 Pandeglang mendapat alokasi pagu paling besar, yaitu Rp. 7,1 Milyar. Menurut Kepala MAN 4 Pandeglang Hasanudin, anggaran sebesar itu untuk 2 paket pembangunan, yaitu gedung asrama siswa dan mess guru. MTsN 7 Pandeglang mendapat pagu Rp. 3,5 Milyar yang menurut penjelasan Kepala MTsN 7 Pandeglang Ade Isma Nurfata dialokasikan untuk pembangunan ruang kelas. Sedangkan MAN 1 Pandeglang mendapat anggaran Rp. 3 Milyar yang dipaparkan Bendahara MAN 1 Pandeglang Ety Emalia Ihdawati akan digunakan untuk pembangunan gedung praktek pembelajaran.

Dalam rapat tersebut, Kepala Kemenag Pandeglang H. Endang, antara lain berpesan agar ketiga madrasah yang akan dibangun terlebih dahulu menyelesaikan penghapusan gedung lama sebelum pembangunan dilaksanakan. H. Endang juga berpesan agar masing-masing madrasah menyusun time schedule sebagai acuan jadwal pelaksanaan proyek.

Hal lain yang dipesankan H. Endang berkaitan dengan penunjukan PPK. Menurut H. Endang, PPK lazimnya dijabat oleh Kaur TU madrasah. Namun karena kaur TU di Pandeglang rata-rata belum lulus sertifikasi barang dan jasa, H. Endang meminta kepala madrasah menunjuk PPK lain yang memenuhi syarat. “Silakan tunjuk orang yang kompeten dan berintegritas. PPK khusus proyek harus bekerja dengan lurus, jangan melancang-melenceng,” pesannya.

Dalam rapat tersebut Kabid Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Provinsi Banten H. Miftahudin juga menyoroti penghapusan gedung lama. Mantan Kasubbag Perencanaan itu meminta agar proses penghapusan tidak diabaikan dan ditempuh sesuai prosedur serta tepat waktu sehingga tidak menjadi penghalang proses pembangunan gedung baru.

Ia juga secara khusus memberi perhatian atas rencana pembangunan ruang kelas MTsN 7 Pandeglang yang setiap tahun menjadi langganan banjir. Menurut H. Miftahudin, perlu difikirkan model bangunan khusus yang dapat menghindari banjir. “Pastikan nanti modelnya jangan sampai terkena banjir karena percuma gedungnya baru tapi masih kebanjiran,” pesannya.

Berita Lainnya

Inspektur Wilayah 2 Itjen Kemenag RI Berikan Pembinaan di MAN 1 Pandeglang

Pandeglang (Humas) – Bersamaan dengan audit kinerja yang sedang dilaksanakan oleh Inspektorat Jenderal (Itjen) Kementerian …