free geoip Peningkatan Covid-19 dari Klaster Hajatan Jadi Bahasan Utama Radintap Kepala KUA | Website Kantor Kementerian Agama Kab. Pandeglang

Peningkatan Covid-19 dari Klaster Hajatan Jadi Bahasan Utama Radintap Kepala KUA

Pandeglang (Humas Pandeglang) – Meningkatnya jumlah warga terpapar virus Corona di Kabupaten Pandeglang hingga lebih dari 1.000 orang menjadi sorotan dalam rapat dinas tetap (Radintap) bulanan yang diikuti Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) se-Kabupaten Pandeglang, Rabu (13/01/2021) di Aula Kantor Kemenag Kabupaten Pandeglang. Terlebih salah satu penyebab peningkatan ini ditengarai berasal dari klaster hajatan/resepsi, termasuk hajatan pernikahan.

Menyikapi hal tersebut, Kepala Kemenag Kabupaten Pandeglang H. Endang menginstruksikan Kepala KUA se-Kabupaten Pandeglang untuk menegakkan protokol pencegahan penularan Covid-19 dalam pelaksanaan pernikahan sebagaimana diatur dalam Surat Edaran Dirjen Bimas Islam nomor P-006/DJ.III/Hk.00.7/06/2020 tentang pelayanan nikah menunju masyarakat produktif aman Covid.

Sebagai implementasi surat edaran tersebut, sebelum menikahkan penghulu wajib memastikan pihak keluarga mempelai telah mendapat persetujuan dari gugus tugas penanggulangan Covid-19 tingkat kecamatan untuk menggelar pernikahan. “Katakan kepada keluarga pengantin, kalau ada persetujuan maka kami siap datang. Tapi kalau tidak ada, mohon maaf kami tidak akan datang,” pesan H. Endang.

Selain itu, lanjut H. Endang, penghulu juga wajib memastikan peserta yang menghadiri prosesi akad nikah yang dilaksanakan di balai nikah atau di rumah maksimal hanya 10 orang, sebagaimana diatur dalam edaran Dirjen Bimas Islam. “Dari pihak keluarga pengantin laki-laki maupun perempuan cukup keluarga inti masing-masing dua orang, ditambah saksi, kedua mempelai dan penghulu. Itu sudah cukup,” jelasnya.

Lebih lanjut, H. Endang juga meminta para penghulu yang akan menikahkan agar ikut menjaga protokol kesehatan selama prosesi akad nikah berlangsung. “Pastikan protokol kesehatan dipenuhi selama akad nikah. Protokolnya sekarang bukan 3 M lagi tapi sudah menjadi 5 M. Yaitu memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan dan mengurangi mobilitas,” ujar mantan Kasubbag TU dan Kasi Pendidikan Madrasah Kemenag Kabupaten Pandeglang tersebut.

Berita Lainnya

16 Orang Penganut Hakekok Balaksuta Dipulangkan Dalam Suasana Haru

Pandeglang (Humas) – Setelah mendapat pembinaan keagamaan selama kurang lebih 2 pekan dan sudah menyatakan …