free geoip Bakor Pakem Kabupaten Pandeglang Gelar Rakor Bahas Aliran Hakekok | Website Kantor Kementerian Agama Kab. Pandeglang
Jumat, 29 Oktober 2021
INFO TERKINI

Bakor Pakem Kabupaten Pandeglang Gelar Rakor Bahas Aliran Hakekok

Pandeglang (Humas) – Badan Koordinasi Pengawasan Aliran Kepercayaan dan Keagamaan (Bakor Pakem) Kabupaten Pandeglang menggelar rapat koordinasi di Aula Kejaksaan Negeri Pandeglang, Jum’at (12/03/2021). Rapat digelar untuk membahas munculnya aliran Hakekok Balakasuta di Kecamatan Cigeulis.

Rapat dipimpin langsung oleh Kepala Kejaksaan Negeri Pandeglang Suwarno dan dihadiri perwakilan instansi terkait. Antara lain Ketua MUI Kabupaten Pandeglang KH. Tb. Hamdi Ma’ani Rusydi, Kepala Polres Pandeglang AKBP Hamam Wahyudi, Komandan Kodim 0601 Pandeglang Letkol Kav Dedi Setiadi, Kepala Dinas Sosial Hj. Nuriah, perwakilan Kementerian Agama, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dan Kantor Kesbangpol Kabupaten Pandeglang.

Berdasarkan paparan Kepala Polres Pandeglang dan Ketua MUI, diketahui aliran kepercayaan Hakekok Balakasuta muncul di Kp. Pamukiman Desa Karang Bolong Kecamatan Cigeulis. Pemimpin aliran ini bernama Arya (52 tahun), warga Kp. Polos Desa Waringin Kurung Kecamatan Cimanggu Kabupaten Pandeglang yang asal-usulnya dari Bogor.

Penganut aliran ini berjumlah 16 orang, terdiri dari 8 laki-laki, 5 perempuan dan 3 anak-anak. Mereka dipergoki tengah melakukan ritual mandi telanjang bersama di penampungan air PT Globalindo Agro Lestari, sebuah perkebunan sawit di Desa Karangbolong Kecamatan Cigeulis Kabupaten Pandeglang pada Kamis, 11 Maret 2021 pukul 10.00 WIB.

Ritual yang sempat menghebohkan masyarakat dan sempat viral di jagat maya tersebut dilaksanakan untuk membersihkan diri dari dosa dan menjadikan diri lebih baik. Sehingga untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, aparat kepolisian langsung mengevakuasi mereka ke ke Mapolres Pandeglang.

Dalam rapat disepakati agar MUI Kabupaten Pandeglang segera melaksanakan sidang fatwa untuk menentukan sesat atau tidaknya aliran tersebut. “Dari paparan Pak Kapolres aliran ini sudah jelas menyimpang. Tapi yang berhak yang menyatakan sesat atau tidaknya hanya komisi fatwa MUI. Untuk itu, kami akan segera melaksanakan rapat komisi fatwa untuk membahasnya,” jelas Ketua MUI Kabupaten Pandeglang KH. Tb. Hamdi Ma’ani Rusydi.

Dinas Sosial Kabupaten Pandeglang bertugas untuk menyediakan rumah singgah bagi penganut aliran tersebut, terutama anak-anak dan perempuan. Sedangkan Kajari dan Kapolres Pandeglang akan meminta kesediaan Abuya KH. Muhtadi untuk memberikan bimbingan kepada penganut aliran itu di pondok pesantren yang diasuhnya di Cidahu, Cadasari.

Rapat juga menyepakati pentingnya dilakukan pembinaan secara berkesinambungan oleh seluruh stakeholder terkait kepada para penganut aliran ini sehingga mereka dapat kembali melaksanakan ajaran Islam dengan benar dan diterima oleh masyarakat setempat.

Berita Lainnya

Irwil II Berikan Pembinaan Kepegawaian di Kemenag Pandeglang

Pandeglang (Humas Pandeglang) – Inspektur Wilayah (Irwil) II Inspektorat Jenderal Kementerian Agama RI H. Nur …