free geoip Kemenag Pandeglang Intensifkan Koordinasi Redam Dampak Aliran Hakekok | Website Kantor Kementerian Agama Kab. Pandeglang
Selasa, 13 April 2021
Kepala KUA Cigeulis Tb. Andi bersama para Penyuluh Agama Islam di lokasi kejadian.

Kemenag Pandeglang Intensifkan Koordinasi Redam Dampak Aliran Hakekok

Pandeglang (Humas) – Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Pandeglang mengintensifkan koordinasi dengan berbagai pihak terkait guna meredam gejolak dalam masyarakat sebagai dampak munculnya aliran hakekok di Desa Karang Bolong Kecamatan Cigeulis.

Kepala KUA Kecamatan Cigeulis Tb. Andi mengatakan, pihaknya bersama para Penyuluh Agama Islam (PAI) Kecamatan Cigeulis yang jumlahnya 9 orang terus berkoordinasi dengan Muspika, MUI dan tokoh-tokoh masyarakat. Hal ini dilakukan guna mencegah hal-hal yang tidak diinginkan sebagai dampak keresahan masyarakat atas munculnya aliran yang dipimpin oleh Arya di wilayah mereka.

“Saya sudah meminta para penyuluh untuk memberikan pembinaan lebih intensif dan sering berkoordinasi di masing-masing desa binaan agar lebih mudah mengetahui situasi dan kondisi di masing-masing desa binaannya,” ujar Tb. Andi, Kamis (18/03/2021), seraya berharap aliran Hakekok dan sejenisnya tidak muncul kembali di Kabupaten Pandeglang.

Hal senada dikemukakan oleh H. Edi Wijaya, Ketua Kelompok Kerja Penyuluh (Pokjaluh) Kabupaten Pandeglang. “Kami terus menyisir, memetakan dan memberikan pembinaan kepada masyarakat, terutama di lokasi kejadian, bersama pihak MUI, tokoh masyarakat, Muspika, Polsek dan Danramil Cigeulis,” jelas H. Edi, Jum’at (19/03/2021).

Dengan munculnya aliran ini, Mahliyudin, salah seorang PAI Kecamatan Cigeulis, mengemukakan komitmen para PAI untuk lebih banyak melibatkan tokoh agama setempat dalam memberikan pembinaan secara keagamaan dan pendekatan secara kultur terhadap penganut aliran ini.

“Kami juga akan berkoordinasi dengan pihak kepolisian, pemerintah kabupaten, tokoh agama dan lainnya, untuk memastikan agar tidak terjadi keributan dan tindakan main hakim sendiri,” ungkap Mahliyudin.

Sebelumnya, diberitakan sekelompok warga yang diketahui tergabung dalam aliran hakekok balakasuta melakukan ritual mandi telanjang Bersama hingga akhirnya viral di media sosial (medsos). Peristiwa ini terjadi di Kp. Pamukiman Desa Karang Bolong, Kecamatan Cigeulis, Kabupaten Pandeglang.

Munculnya aliran ini juga mendapat atensi serius dari Bupati Pandeglang Irna Narulita. Ia telah menginstruksikan jajarannya di Kecamatan Cigeulis untuk mendata warga yang diduga menjadi penganut aliran hakekok balakasuta. Tujuannya untuk mengantisipasi adanya pengikut Hakekok lain dan selanjutnya akan diberi pembinaan.

“Kami bersama tim Badan Koordinasi Pengawas Aliran Kepercayaan dalam Masyarakat telah menginstruksikan kepada organisasi perangkat daerah (OPD) dan camat untuk menelusuri, apakah masih ada masyarakat yang terpapar aliran Hakekok atau tidak untuk diberi pembinaan,” kata Irna, Kamis (18/03/2021)

Berita Lainnya

16 Orang Penganut Hakekok Balaksuta Dipulangkan Dalam Suasana Haru

Pandeglang (Humas) – Setelah mendapat pembinaan keagamaan selama kurang lebih 2 pekan dan sudah menyatakan …