free geoip 16 Orang Penganut Hakekok Balaksuta Dipulangkan Dalam Suasana Haru | Website Kantor Kementerian Agama Kab. Pandeglang
Selasa, 13 April 2021

16 Orang Penganut Hakekok Balaksuta Dipulangkan Dalam Suasana Haru

Pandeglang (Humas) – Setelah mendapat pembinaan keagamaan selama kurang lebih 2 pekan dan sudah menyatakan bertaubat, 16 penganut aliran Hakekok Balakasuta akhirnya dipulangkan ke kediaman masing-masing. Pemulangan berlangsung Kamis (25/03/2021) di Aula Kantor Kecamatan Cigeulis, Kabupaten Pandeglang.

Acara pemulangan dihadiri Kajari Pandeglang yang juga Ketua Badan Koordinasi Pengawasan Aliran Kepercayaan Masyarakat (Bakorpakem) Kabupaten Pandeglang Suwarno, Kapolres Pandeglang AKBP Hamam Wahyudi, Kepala Bidang Pembinaan Kerukunan Umat Beragama MUI Kabupaten Pandeglang KH. Khozinul Asror, Kepala Dinas Sosial Hj. Nuriah, Kasi Bimas Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pandeglang H. Kosasih dan perwakilan dinas/instansi lainnya.

Ke-16 orang penganut aliran Hakekok Balakasuta tampak terharu saat mereka hendak dipulangkan ke kediamannya masing-masing. Belasan orang tersebut mengaku menyesal lantaran telah mengikuti aliran yang telah dinyatakan menyimpang dari ajaran Islam oleh MUI Kabupaten Pandeglang.

Sebelum dipulangkan, mereka terlebih dahulu membaca dua kalimat syahadat dan ikrar taubat yang dipandu Ketua MUI Kecamatan Cigeulis, sekaligus menandatangani pernyataan di atas materai. Arya, mantan pimpinan aliran Hakekok Balakasuta memimpin langsung pembacaan ikrar taubat diikuti 15 pengikutnya.

Arya (52 tahun) mengaku menyesal telah menganut ajaran menyimpang tersebut. Dia memastikan tidak akan kembali memeluk ajaran yang bertentangan dengan syariat Islam. “Saya menyesal, saya tahu ajaran itu menyimpang dari Islam dan saya tidak akan kembali memegang ajaran itu,” ungkapnya.

Arya berharap, dia dan mantan penganut ajaran Hakekok Balakasuta lainnya dapat diterima dengan baik oleh masyarakat di lingkungan tempat tinggalnya, yakni di Kecamatan Cimanggu dan Cigeulis. “Setelah ini mudah-mudahan masyarakat dapat menerima saya,” harapnya.

Sementara itu, Ketua Bakorpakem Kabupaten Pandeglang Suwarno menyampaikan, setidaknya ada tiga faktor yang mendorong seseorang mengikuti aliran menyimpang. Tiga faktor tersebut adalah ketertinggalan wilayah, lemahnya pengetahuan agama dan kesenjangan ekonomi. “Jika semua dipenuhi kemungkinan tidak akan ada aliran-aliran seperti ini,” ungkapnya.

Menurutnya, untuk mencegah adanya aliran-aliran serupa di kemudian hari, perlu peran semua pihak, baik itu pemerintah daerah, ulama maupun tokoh masyarakat. “Pencegahannya adalah kewajiban dan tanggungjawab kita semua. Kewajiban pemerintah daerah, ulama dan tokoh masyarakat,”ungkapnya.

Senada dengan Suwarno, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Pandeglang Hj. Nuriah menyatakan akan memberikan sejumlah program bantuan sosial hingga bantuan kelompok usaha bersama (KUBE) kepada para eks penganut aliran Hakekok Balakasuta. “Dengan dipulangkannya eks penganut Aliran Hakekok, tentu saja Pemkab Pandeglang akan melakukan pembinaan, pengawasan dan pemberian bantuan,” ujarnya.

Berita Lainnya

Abuya Muhtadi Restui Pengikut Aliran Hakekok Dikembalikan ke Masyarakat

Pandeglang (Humas) – Ulama kharismatik Abuya KH. Muhtadi Dimyathi telah merestui Badan Koordinasi Pengawasan Aliran …