free geoip Upacara Hari Santri di Kantor Kemenag Pandeglang Berlangsung Sederhana dan Khidmat | Website Kantor Kementerian Agama Kab. Pandeglang
Kamis, 2 Desember 2021
INFO TERKINI

Upacara Hari Santri di Kantor Kemenag Pandeglang Berlangsung Sederhana dan Khidmat

Pandeglang (Humas) – Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pandeglang menggelar upacara peringatan hari santri tahun 2021, Jum’at (22/10/2021) di halaman parkir Kantor Kemenag Pandeglang. Upacara yang memberlakukan protokol Kesehatan ini diikuti oleh para pejabat eselon IV dan seluruh ASN, berlangsung secara sederhana namun khidmat.

Bertindak selaku pembina upacara Hari Santri 2021 yang bertema “Santri Siaga Jiwa Raga” ini adalah Kepala Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kantor Kemenag Kabupaten Pandeglang H. Agus Salim. Di hadapan peserta upacara, H. Agus membacakan sambutan Menteri Agama RI Yaqut Cholil Qoumas.

Dalam sambutan tersebut, Menag antara lain “Santri Siaga Jiwa Raga” yang menjadi tema peringatan Hari Santri tahun ini. Maksud tema tersebut, papar Menag, adalah bentuk pernyataan sikap santri lndonesia agar selalu siap siaga menyerahkan jiwa dan raga untuk membela tanah air, mempertahankan persatuan lndonesia dan mewujudkan perdamaian dunia.

“Siaga Jiwa berarti santri tidak lengah menjaga kesucian hati dan akhlak, berpegang teguh pada akidah, nilai, dan ajaran lslam rahmatan lil’alamin serta tradisi luhur bangsa lndonesia. Bila zaman dahulu jiwa santri selalu siap dan berani maju untuk merebut dan mempertahankan kemerdekaan lndonesia, maka santri hari ini tidak akan pernah memberikan celah masuknya ancaman ideologi yang dapat merusak persatuan dan kesatuan lndonesia,” papar Menag.

Selanjutnya Menag juga memaparkan siaga raga berarti badan, tubuh, tenaga, dan buah karya santri didedikasikan untuk lndonesia. Oleh karena itu, santri tidak pernah lelah dalam berusaha dan terus berkarya untuk lndonesia. “Jadi, siaga jiwa raga merupakan komitmen seumur hidup santri yang terbentuk dari tradisi pesantren yang tidak hanya mengajarkan kepada santri-santrinya tentang ilmu dan akhlak, melainkan juga tazkiyatun nafs, yaitu mensucikan jiwa dengan cara digembleng melalui berbagai ‘tirakat’ lahir dan batin yang diamalkan dalam kehidupan sehari-hari,” paparnya lagi.

Dalam sambutannya Menag juga menyatakan bersyukur karena dua tahun lalu, kaum santri mendapatkan ‘kado istimewa’ berupa pengesahan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren. Undang-Undang ini berfungsi sebagai rekognisi, afirmasi, dan fasilitasi bahwa pesantren tidak hanya mengembangkan fungsi pendidikan, tetapi juga mengembangkan fungsi dakwah dan fungsi pemberdayaan masyarakat.

Sedangkan peringatan Hari Santri tahun ini, kata Menag, kalangan pesantren kembali mendapatkan ‘kado indah’ berupa Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2021 tentang Pendanaan Penyelenggaraan Pesantren. Peraturan Presiden ini secara khusus mengatur tentang dana abadi pesantren yang dialokasikan dalam upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia pendidikan pesantren.

Berita Lainnya

Gunakan Protokol COVID-19, Kemenag Pandeglang Lantik Kaur TU dan Kepala KUA

Pandeglang (Humas Pandeglang) – Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pandeglang H. Endang melantik 2 orang …