Pandeglang (Humas) – Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pandeglang menjalin kerjasama dengan Satuan Tugas Wilayah (Satgaswil) Banten Detasemen Khusus (Densus) 88 POLRI untuk memberikan pembinaan terhadap para mantan narapidana terorisme (napiter). Pembinaan dilaksanakan Selasa (14/12/2021) di Aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pandeglang.

Acara dibuka oleh Plt. Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Pandeglang H. Tubagus Syihabudin. Sedangkan materi pembinaan diberikan oleh Kapolres Pandeglang AKBP Belny Warlansyah, Kepala Satgas Wilayah Banten Densus 88 Anti Teror POLRI Kombes I Wayan Sukarena dan Wakil Ketua MUI Kabupaten Pandeglang KH. Zamzami Yusuf.

Pembinaan ini diikuti oleh 30 orang yang merupakan mantan napiter dan anggota jaringannya yang berdomisili di wilayah Provinsi Banten. Kepala Satgas Wilayah Banten Densus 88 Anti Teror POLRI Kombes I Wayan Sukarena menjelaskan, para mantan napi ini sudah selesai menjalani proses hukum dan saat ini bergabung dalam wadah Koperasi Bina Insaf Mandiri.

Kombes I Wayan Sukarena menyambut baik kemitraan yang dijalin pihaknya dengan Kantor Kemenag Pandeglang. “Ada dua metode pendekatan yang kami lakukan. Pertama metode penegakan hukum dan kedua upaya pendekatan. Untuk melaksanakan upaya pendekatan kita butuh mitra untuk memberikan pembinaan secara terprogram dan berkesinambungan,” jelasnya.

Hal ini diamini oleh Plt. Kepala Kemenag Kabupaten Pandeglang H. Tubagus Syihabudin. Ia berjanji untuk merangkul para mantan napiter ini sehingga mereka tidak lagi merasa termarginalkan. “Bapak-bapak ini saudara saya juga. Tugas kami di Kementerian Agama untuk merangkul dan memanusiakan bapak-bapak semua,” ucapnya.

Kepada para mantan napiter itu H. Syihab mengajak untuk ikut mewujudkan moderasi beragama yang sedang diprogramkan oleh Kementerian Agama. “Saya mengajak saudara-saudara semua untuk bersama-sama membangun kebersamaan dan saling menghargai dalam mewujudkan moderasi beragama. Kebhinekaan yang mewarnai NKRI ini merupakan penguat persatuan jika kita semua menyikapinya dengan moderat dan toleran,” kata H. Syihab yang juga Kepala Kemenag Kabupaten Serang.