Pandeglang (Kemenag) – Pembangunan manusia menjadi salah satu pesan penting yang mengemuka dalam rangkaian Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI-DPD RI serta Rapat Paripurna DPR RI dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Jumat (14/8/2026).
Dalam agenda kenegaraan yang berlangsung di Kompleks Parlemen, Jakarta, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyampaikan berbagai capaian dan arah kebijakan strategis pemerintah, termasuk penguatan sektor kesehatan, pemenuhan gizi, serta pembangunan dan revitalisasi pendidikan. Rapat Paripurna Pembukaan Masa Persidangan I Tahun Sidang 2026–2027 tersebut dihadiri 463 anggota DPR RI.
Di tengah agenda besar pembangunan nasional tersebut, Kementerian Agama memiliki peran penting dalam memastikan pembangunan sumber daya manusia juga menyentuh lingkungan madrasah dan pesantren.
Salah satunya melalui Program Cek Kesehatan Gratis (CKG). Program yang menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat fondasi kesehatan masyarakat tersebut telah menjangkau 108 juta orang dan tersedia di 10.255 puskesmas di 38 provinsi.
Di lingkungan pendidikan Kementerian Agama, sebanyak 1.233.370 siswa madrasah dan santri telah mendapatkan layanan cek kesehatan gratis.
Hal ini menegaskan bahwa pendidikan berkualitas tidak hanya dibangun melalui ruang kelas dan proses pembelajaran, tetapi juga membutuhkan peserta didik yang sehat dan siap belajar.
Perkuat Gizi melalui Program MBG
Penguatan kualitas sumber daya manusia juga tidak terlepas dari pemenuhan kebutuhan gizi. Melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG), pemerintah mendorong terpenuhinya kebutuhan nutrisi anak sekaligus membuka peluang penguatan ekonomi masyarakat melalui keterlibatan petani, peternak, nelayan, dan pelaku UMKM.
Di lingkungan Kementerian Agama, manfaat program tersebut telah menjangkau 11.878.330 siswa madrasah dan santri.
Pesantren juga memiliki potensi besar untuk menjadi bagian dari ekosistem penyediaan makanan bergizi sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat di sekitarnya.
Sebab, satu piring makanan bergizi bukan sekadar membuat anak kenyang. Di dalamnya terdapat energi untuk belajar, tumbuh, dan mempersiapkan masa depan.
Lebih dari 1.400 Madrasah Masuk Sasaran Revitalisasi
Pembangunan manusia juga membutuhkan lingkungan pendidikan yang layak. Pemerintah terus mempercepat revitalisasi satuan pendidikan sebagai bagian dari upaya menghadirkan ruang belajar yang lebih baik dan setara.
Pada 2025, sebanyak 16.167 sekolah menerima bantuan revitalisasi. Jumlah tersebut meningkat menjadi 71.744 sekolah pada 2026.
Madrasah turut menjadi bagian dari gerakan tersebut. Lebih dari 1.400 madrasah menjadi sasaran Revitalisasi Pendidikan pada 2025–2026.
Pada 2026, revitalisasi madrasah dilaksanakan melalui kolaborasi lintas kementerian. Kementerian Pekerjaan Umum menangani aspek prasarana, sementara Kementerian Agama memastikan pemenuhan sarana pembelajaran, antara lain perangkat TIK, laboratorium, buku perpustakaan, peralatan praktik, hingga alat permainan edukatif.
Revitalisasi tersebut bukan semata tentang memperbaiki bangunan sekolah. Lebih jauh, program ini diarahkan untuk menghadirkan ruang belajar yang lebih layak, lebih setara, dan mampu mendukung peserta didik dalam mengembangkan potensinya.
Kemenag Hadir di Sekolah Rakyat
Semangat pemerataan akses pendidikan juga diwujudkan melalui Sekolah Rakyat, yang diarahkan untuk membuka kesempatan pendidikan bagi anak-anak dari keluarga paling tidak berdaya.
Saat ini terdapat 182 Sekolah Rakyat dengan dukungan fasilitas pendidikan, tempat tinggal, makanan bergizi, komputer, tenaga pendidik, serta lingkungan yang aman.
Kementerian Agama turut hadir melalui penguatan pendidikan agama dan karakter. Sebanyak 98 guru Pendidikan Agama Islam Kementerian Agama membersamai pelaksanaan pendidikan di Sekolah Rakyat.
Kehadiran tersebut menunjukkan bahwa upaya memutus rantai kemiskinan tidak hanya dilakukan dengan membawa anak kembali ke ruang pendidikan, tetapi juga dengan membangun karakter, kepercayaan diri, nilai kehidupan, dan harapan mereka terhadap masa depan.
Madrasah Masuk Ekosistem Sekolah Garuda
Sementara itu, pemerintah juga terus memberikan ruang bagi talenta terbaik bangsa melalui pengembangan Sekolah Unggul Garuda.
Empat SMA Unggul Garuda baru telah selesai dibangun, sementara Sekolah Unggul Garuda Transformasi telah menjangkau 42 sekolah di 15 provinsi.
Madrasah turut menjadi bagian dari ekosistem pendidikan unggul tersebut. MAN Insan Cendekia Gorontalo dan MAN Insan Cendekia Ogan Komering Ulu menjadi dua madrasah unggulan yang bertransformasi menjadi Sekolah Garuda.
Transformasi ini sekaligus memperlihatkan bahwa pendidikan keagamaan tidak berjalan terpisah dari perkembangan sains, teknologi, riset, dan kompetisi global.
Madrasah memiliki peran untuk melahirkan generasi yang memiliki fondasi nilai keagamaan, kuat dalam ilmu pengetahuan, serta siap berkompetisi di tingkat nasional maupun global.
Bagi Kementerian Agama, momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI menjadi pengingat bahwa pembangunan Indonesia tidak hanya berbicara tentang pertumbuhan ekonomi dan pembangunan fisik, tetapi juga tentang membangun manusia yang sehat, berilmu, berkarakter, dan memiliki nilai kebangsaan.
Dari madrasah dan pesantren, ikhtiar itu terus berjalan: menyehatkan generasi, memenuhi gizinya, memperbaiki ruang belajarnya, menguatkan karakternya, dan membuka jalan agar mereka mampu melangkah lebih jauh.
Karena Indonesia yang kuat dibangun dari generasi yang sehat, cerdas, berkarakter, dan siap menghadapi masa depan.
Dari Parlemen, Presiden Tegaskan Pembangunan SDM: Kemenag Hadir Perkuat Pendidikan, Gizi dan Kesehatan Generasi Bangsa


