Senin, 25 Mei 2026
spot_img
BerandaKemenag PandeglangWamenag Ajak Optimalisasikan Ibadah di Rumah Saja

Wamenag Ajak Optimalisasikan Ibadah di Rumah Saja

Pandeglang (Humas Pandeglang) – Wakil Menteri Agama RI H. Zainut Tauhid Sa’adi mengatakan Ramadhan merupakan moment tebaik untuk bermuhasabah atau bercermin diri. Ibarat mobil, puasa dijadikan moment turun mesin, moment memeriksa sekaligus memperbaiki bagian-bagian mesin yang sudah rusak menjadi lebih baik.  Ibarat komputer, puasa menjadi moment restrat, moment mengoneksikan kembali secara optimal hubungan software dan hardware agar terkoneksi secara baik dan holistik.

Hal tersebut dikemukakan Wakil Menteri Agama RI H. Zainut Tauhid Sa’adi dalam diskusi online melalui aplikasi Zoom, Senin (04/05/2020). Diskusi bertajuk Optimalisasi Ibadah di Rumah di Tengah Pandemi ini merupakan program Obrolan Seputar Soal Islam (Obsesi) yang dihelat Ditjen Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama RI.

Mengutip pernyataan Imam Ghzali,  Wamenag memaparkan tiga dimensi penting dalam puasa.  Pertama, dimensi ritual formal (awam), artinya puasa  dimaknai  sebagai ritual  yang sekedar mencegah segela sesuatu yang membatalkan puasa, seperti makan, minum, bersetubuh di sianang hari, dan hal-hal lain yang membatalkan puasa.

Kedua, dimensi ritual spiritua (khusus), yakni puasa dimaknai sebagai ritual menjauhkan diri dari segala sifat buruk yang dilakukan oleh seluruh anggota tubuh. Ketiga, dimensi ritual intelektual (khusus bil khusus), yaitu puasa dimaknai sebagai ritual untuk menemukan jati diri manusia.

“Puasa bukan hanya momentum tahunan yang dilaksanakan setiap tahun, tapi sebagai jalan kontemplasi diri.  Sejauh mana tingkah laku kita di sebelas bulan sebelumnya. Sejuahmana kepedulian kita terhadap sesama di bulan-bulan sebelum ramadhan,” tutur Wamenag.

H. Zainut Tauhid melanjutkan, adanya pandemi Covid-19 di bulan puasa tahun ini, menjadikan kita sadar bahwa nilai-nilai kemanusia sangat dibutuhkan dalam bermasyarakat. Dampak dari Covid -19 yang menambah angka pengangguran dan kemiskinan di Indonesia mengajak kita untuk berempati terhadap saudara-suadara kita.

Menutup diskusi di minggu kedua ramadhan ini, Wamenag mengajak kepada seluruh peserta diskusi (Jamaah Zoomiyah) khususnya dan seluruh umat Islam umumnya untuk mengoptimalisasikan ibadah-ibadah  di rumah saja bersama keluarga.

“Mari menghadirkan masjid atau ka’bah di rumah saja. Ibadah bukan hanya fokus di satu tempat, ibadah bisa dilakukan di mana saja termasuk di rumah.  Anjuran untuk menghiasai rumah dengan sholat dan membaca al-quran juga pernah disampaikan oleh Nabi Muhammad SAW,” ajaknya. (Hendri Pradiyanto)

 

BERITA LAINNYA

KEPALA KANTOR

FLAYER UCAPAN

BACA JUGA