Kamis, 17 September 2026
spot_img
BerandaBeritaApel Kesadaran Nasional, Kemenag Pandeglang Tekankan Implementasi Lima Budaya Kerja

Apel Kesadaran Nasional, Kemenag Pandeglang Tekankan Implementasi Lima Budaya Kerja

Pandeglang (Kemenag) – Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pandeglang melaksanakan Apel Kesadaran Nasional di halaman Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pandeglang, Kamis (17/9/2026). Kegiatan tersebut diikuti oleh jajaran pegawai, Kepala KUA, serta karyawan dan karyawati di lingkungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pandeglang.
Apel Kesadaran Nasional menjadi momentum untuk kembali mengingat jati diri ASN sebagai abdi negara dan abdi masyarakat. Dalam amanatnya, Kepala Subbagian Tata Usaha Kementerian Agama Kabupaten Pandeglang H. Jamaludin mengajak seluruh pegawai untuk tidak memandang apel hanya sebagai kegiatan seremonial, tetapi menjadikannya sebagai sarana refleksi dan evaluasi diri dalam melaksanakan tugas dan memberikan pelayanan kepada masyarakat.


“Apel kesadaran ini bukan hanya sekadar seremoni, tetapi momentum bagi kita untuk merenung bahwa jati diri kita sesungguhnya sebagai pegawai negeri sipil, sebagai abdi negara dan abdi masyarakat,” ungkapnya.
Ia menegaskan bahwa setiap pelaksanaan tugas harus berorientasi pada pelayanan masyarakat. Sebagai ASN Kementerian Agama, seluruh pegawai juga diingatkan untuk membawa nilai ikhlas beramal dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya.
Dalam kesempatan tersebut, ia kembali mengingatkan pentingnya menerapkan lima budaya kerja Kementerian Agama, yakni Integritas, Profesionalitas, Inovasi, Tanggung Jawab, dan Keteladanan dalam pekerjaan sehari-hari.
Pada aspek Integritas, pegawai diingatkan untuk membangun kedisiplinan dan kejujuran, antara lain dengan datang tepat waktu, mengikuti apel, serta melaksanakan tugas sesuai dengan apa yang telah diucapkan dan menjadi tanggung jawabnya.
Sementara itu, Profesionalitas diwujudkan dengan melaksanakan tugas sesuai tugas dan fungsi masing-masing secara disiplin dan bertanggung jawab. Setiap pegawai diharapkan mampu memahami dan menjalankan perannya dengan baik.
Budaya Inovasi juga menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas kerja. Pegawai didorong untuk terus meningkatkan kompetensi dan melakukan perubahan menuju cara kerja yang lebih baik.
Selanjutnya, Tanggung Jawab diwujudkan dengan menyelesaikan pekerjaan secara tuntas, mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan, evaluasi hingga pertanggungjawaban. Sedangkan Keteladanan diwujudkan dengan memberikan contoh yang baik dalam sikap maupun pelaksanaan tugas sehari-hari.
“Kalau lima budaya ini sudah kita hafal dan bisa kita implementasikan dalam kerja sehari-hari sesuai dengan tugas dan fungsi masing-masing, insyaallah harapan Kementerian Agama berdampak akan terwujud,” tuturnya.
Ia juga mengajak seluruh pegawai untuk terus melakukan introspeksi dan berbenah diri, serta tidak mempertahankan kebiasaan yang kurang baik hanya karena sudah dianggap biasa. Setiap jabatan dan amanah yang diterima, menurutnya, harus dijalankan dengan sungguh-sungguh dan dapat dipertanggungjawabkan.
Menutup arahannya, ia mengingatkan agar pelayanan kepada masyarakat di seluruh satuan kerja Kementerian Agama Kabupaten Pandeglang terus dimaksimalkan. Berbagai kegiatan yang berkaitan dengan masyarakat juga diharapkan dapat dipublikasikan melalui media sosial sebagai salah satu bentuk penyampaian kontribusi dan layanan Kementerian Agama kepada masyarakat.

BERITA LAINNYA

KEPALA KANTOR

FLAYER UCAPAN

BACA JUGA