Senin, 16 Februari 2026
spot_img
BerandaBeritaMerawat Semesta dengan Cinta: Kemenag Pandeglang Peringati Hari Guru Nasional 2025

Merawat Semesta dengan Cinta: Kemenag Pandeglang Peringati Hari Guru Nasional 2025

Pandeglang, Kemenag – Kementerian Agama Kabupaten Pandeglang menyelenggarakan Upacara Peringatan Hari Guru Nasional Tahun 2025 yang berlangsung di halaman kantor pada hari Selasa (11/25/2025). Kegiatan yang digelar dalam suasana khidmat ini diikuti oleh seluruh ASN, pegawai, serta pejabat struktural Kemenag Pandeglang.

Upacara dipimpin oleh Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Pandeglang, H. Lukmanul Hakim, yang bertindak sebagai pembina upacara. Dalam amanatnya, beliau membacakan Amanat Menteri Agama RI pada peringatan Hari Guru Nasional.
Dalam amanat tersebut, Menteri Agama menegaskan bahwa Hari Guru Nasional adalah momentum penting untuk menghormati jasa para pendidik sekaligus mengingatkan kembali peran besar guru sebagai pilar peradaban bangsa. Menag menekankan bahwa guru adalah profesi yang melahirkan semua profesi, dan masa depan bangsa sangat ditentukan oleh kualitas pendidiknya.

Mengusung Tema “Merawat Semesta Dengan Cinta”
Tema Hari Guru Nasional Kemenag Tahun 2025, yaitu “Merawat Semesta Dengan Cinta”, kembali disampaikan dalam amanat Menag. Guru diharapkan tidak hanya mengajarkan ilmu, tetapi juga menanamkan karakter, cinta kasih, dan kepedulian terhadap lingkungan. Pendidikan berbasis cinta diyakini akan melahirkan generasi yang berakhlak mulia, berwawasan kebangsaan, dan bertanggung jawab terhadap bumi.


Komitmen Pemerintah Meningkatkan Profesionalisme dan Kesejahteraan Guru
Dalam amanatnya, Menag RI juga menyampaikan berbagai capaian nasional terkait peningkatan mutu pendidik. Pada tahun 2025, lebih dari 301 ribu guru telah mengikuti Pendidikan Profesi Guru (PPG), meningkat hingga 620 persen dari tahun sebelumnya. Selain itu, 588 ribu guru telah menerima Tunjangan Profesi Guru (TPG), dan 52 ribu guru honorer diangkat menjadi PPPK dalam tiga tahun terakhir. Kebijakan ini, menurut Menag, menjadi bukti komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas, profesionalitas, dan kesejahteraan guru sebagai ujung tombak pendidikan.

Amanat juga menegaskan pentingnya kepribadian guru dalam keberhasilan pendidikan. Guru tidak hanya menjadi pengajar, tetapi juga teladan bagi pembentukan karakter generasi bangsa. Pendidikan yang berlandaskan cinta diyakini akan melahirkan generasi yang mencintai Tuhan, tanah air, dan sesama manusia.


Upacara ditutup dengan harapan agar seluruh guru terus memperkuat dedikasi dan keikhlasan dalam mendidik. Semoga pengabdian para guru menjadi amal kebaikan yang tidak terputus.

 

BERITA LAINNYA

KEPALA KANTOR

FLAYER UCAPAN

BACA JUGA