Selasa, 8 September 2026
spot_img
BerandaKemenag PandeglangSemangat Sains dan Inovasi, 1.099 Siswa Ikuti OMI 2026 di Pandeglang

Semangat Sains dan Inovasi, 1.099 Siswa Ikuti OMI 2026 di Pandeglang

Pandeglang (Kemenag) – Semangat mengembangkan talenta sains dan inovasi tetap tumbuh di tengah kondisi lingkungan yang terdampak paparan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Sebanyak 1.099 siswa dari berbagai jenjang pendidikan mengikuti Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) Tingkat Kabupaten/Kota Pandeglang Tahun 2026 yang digelar mulai 7 hingga 9 September 2026.
Hari pertama pelaksanaan OMI berlangsung di MTsN 2 Pandeglang, Senin (7/9/2026), dengan perlombaan yang diawali peserta jenjang SMA/MA/sederajat. Kegiatan dibuka oleh Plt. Kepala Seksi Pendidikan Madrasah (Penma) Kankemenag Kabupaten Pandeglang, H. Mumuh Muhaemin, didampingi Kepala Subbagian Tata Usaha, H. Jamaludin beserta Tim Penyelenggara.
OMI 2026 mengusung tema “Islam, Sains, dan Ekoteologi: Menumbuhkan Talenta serta Menggerakkan Inovasi Madrasah untuk Indonesia Maju.” Tema tersebut menjadi semangat untuk mendorong peserta didik tidak hanya unggul dalam penguasaan ilmu pengetahuan, tetapi juga mampu mengintegrasikan nilai-nilai keislaman, kepedulian terhadap lingkungan, serta kemampuan berinovasi.
Melalui OMI, siswa diberikan ruang untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, dan potensi di bidang sains dan riset. Kompetisi ini juga menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem madrasah yang mampu melahirkan talenta-talenta muda yang berprestasi dan siap menghadapi tantangan masa depan.
Antusiasme peserta terlihat dari jumlah siswa yang mengikuti kompetisi. Dari total 1.099 peserta, sebanyak 194 siswa berasal dari jenjang SD/MI, 497 siswa dari SMP/MTs, dan 408 siswa dari SMA/MA.
H. Mumuh Muhaemin dalam kesempatan tersebut berpesan agar seluruh peserta mengikuti kompetisi dengan sungguh-sungguh, menjunjung tinggi sportivitas, serta menjadikan OMI sebagai kesempatan untuk mengasah kemampuan dan pengalaman.
“Berkompetisilah dengan baik dan tunjukkan kemampuan terbaik. Yang terpenting bukan hanya menjadi juara, tetapi bagaimana kegiatan ini menjadi pengalaman untuk terus belajar, berkembang, dan berprestasi,” pesannya.
Pelaksanaan OMI tahun ini juga berlangsung dengan memperhatikan kondisi lingkungan akibat paparan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Para peserta, panitia, guru pendamping, dan pihak yang hadir diimbau untuk tetap menjaga kesehatan dengan menggunakan masker yang menutup hidung dan mulut dengan baik, serta memperhatikan kondisi kesehatan selama mengikuti rangkaian kegiatan.
Kondisi tersebut tidak menyurutkan semangat para peserta untuk berkompetisi. Justru, semangat mereka menjadi bagian dari upaya menghadirkan generasi madrasah yang memiliki ketangguhan, kemampuan akademik, kepedulian terhadap lingkungan, serta semangat untuk terus berinovasi.
OMI 2026 diharapkan tidak berhenti sebagai ajang perlombaan, tetapi menjadi ruang tumbuh bagi talenta madrasah untuk mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpijak pada nilai-nilai Islam dan kepedulian terhadap lingkungan. Dari Pandeglang, para peserta diharapkan mampu melahirkan prestasi sekaligus gagasan-gagasan inovatif untuk mendukung Indonesia yang lebih maju.

BERITA LAINNYA

KEPALA KANTOR

FLAYER UCAPAN

BACA JUGA