Pandeglang (Kemenag) – Dalam rangka mempererat tali silaturahmi pasca Hari Raya Idul Fitri 1447 H, Kementerian Agama Kabupaten Pandeglang menggelar kegiatan Halal Bihalal dan pengajian yang diikuti seluruh pegawai, bertempat di Aula Kantor Kemenag Kabupaten Pandeglang, Senin (30/03/2026).
Suasana hangat dan penuh kekeluargaan terasa dalam kegiatan Halal Bihalal yang mengusung tema “Reset Hati, Recharge Semangat, Ready Melayani”. Kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan serta menyucikan hati setelah menjalani ibadah Ramadan.
Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Pandeglang, H. Lukmanul Hakim, dalam sambutannya menyampaikan bahwa tradisi mudik dan halal bihalal merupakan kekhasan bangsa Indonesia yang sarat makna.
“Tradisi mudik dan halal bihalal hanya ada di Indonesia. Mengapa? Karena kita adalah masyarakat yang paling banyak berinteraksi, termasuk di lingkungan birokrasi dan pekerjaan. Dalam interaksi itu tentu ada hal-hal yang kurang berkenan. Untuk itu, kami secara pribadi dan kelembagaan memohon maaf apabila terdapat sikap, ucapan, maupun kebijakan yang kurang berkenan,” ujarnya.
Ia juga mengucapkan terima kasih atas kehadiran seluruh pegawai serta berharap kegiatan halal bihalal ini mampu menjadi sarana untuk membersihkan hati, menguatkan kembali komunikasi, dan mempererat ukhuwah di lingkungan kerja.
Selanjutnya, tausiyah disampaikan oleh K.H. Emi Suhemi yang mengingatkan pentingnya membangun karakter insan kamil dalam kehidupan sehari-hari. Ia menegaskan bahwa halal bihalal merupakan momentum memperkuat persaudaraan sebagaimana firman Allah SWT dalam Surah Al-Hujurat ayat 10:
“Innamal-mu’minuna ikhwatun fa aslihu baina akhawaikum wattaqullaha la’allakum turhamun.”
Artinya: “Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara, karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu (yang berselisih) dan bertakwalah kepada Allah agar kamu mendapat rahmat.”
Ayat tersebut menegaskan bahwa ukhuwah adalah fondasi utama dalam kehidupan umat beriman. Momentum Halal Bihalal bukan sekadar tradisi seremonial, tetapi menjadi ruang untuk mendamaikan hati, memperbaiki hubungan, serta memperkuat ketakwaan kepada Allah SWT agar rahmat-Nya senantiasa tercurah.

Beliau kemudian memperkuat pesan tersebut dengan hadis Rasulullah SAW yang diriwayatkan dalam Shahih Bukhari :
“Janganlah kalian saling membenci, jangan saling dengki dan iri, dan jangan pula saling memusuhi. Jadilah kalian hamba-hamba Allah yang bersaudara. Tidak halal bagi seorang muslim memutus hubungan dengan saudaranya lebih dari tiga hari.”
Pesan hadis ini menjadi pengingat bahwa menjaga persaudaraan adalah bagian dari kesempurnaan iman. Dalam lingkungan birokrasi yang penuh dinamika, perbedaan pendapat dan kekhilafan adalah hal yang wajar. Namun, Islam mengajarkan agar tidak membiarkan kebencian dan permusuhan berlarut-larut.
Dalam kajiannya, K.H. Emi Suhemi juga menjelaskan tujuh tingkatan nafsu dalam literatur tasawuf sebagaimana pandangan ulama seperti Imam Al-Ghazali, yaitu: Ammarah, Lawwamah, Mulhamah, Mutmainnah, Radliyah, Mardliyyah, dan Kamilah. Tahapan tersebut menjadi refleksi bagi setiap insan untuk terus melakukan tazkiyatun nafs (penyucian jiwa) menuju pribadi yang lebih baik dan diridhai Allah SWT.
Melalui momentum Halal Bihalal Idul Fitri 1447 H ini, seluruh pegawai diharapkan mampu mereset hati, memperbarui semangat pengabdian, serta memperkuat komitmen pelayanan kepada umat. Dengan hati yang bersih dan jiwa yang tenang, keluarga besar Kemenag Kabupaten Pandeglang diharapkan semakin solid, harmonis, dan profesional dalam menjalankan tugas sejalan dengan semangat “Reset Hati, Recharge Semangat, Ready Melayani.”


