Pandeglang (Inmas) – Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Banten H. A. Bazari Syam meresmikan penggunaan gedung baru Madrasah Aliyah (MA) Muta’alimin Pandeglang di Kp. Cigudang, Cadasari Pandeglang, Rabu (19/06/2019). Gedung baru yang diresmikan merupakan hasil bantuan Kementerian Agama tahun lalu.
Peresmian gedung tersebut dirangkaikan dengan acara penglepasan siswa RA, MI, MTs dan MA di bawah naungan Yayasan Muta’allimin. Selain Kepala Kanwil, acara dihadiri pula oleh Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Pandeglang H. Endang, Kasubbag Informasi dan Humas Kanwil Kemenag Provinsi Banten Mokhamad Saekhu, Ketua Yayasan Muta’allimin H. Moch. Syafi’i dan tokoh masyarakat serta tokoh agama setempat.
Kepala Kanwil dalam sambutannya memberikan support kepada pengurus Yayasan Muta’alimin untuk terus mengembangkan lembaga pendidikan yang dinaunginya, agar melahirkan generasi bangsa yang menguasai ilmu pengetahuan sekaligus akhlak mulia.
“Senang dan bahagia bisa hadir di sini. Mudah-mudahan lembaga pendidikan ini ke depan lebih maju, sukses dan berkembang. Insya Allah dari tanah ini kelak akan lahir anak-anak bangsa yang tidak saja memiliki ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki peradaban dan berakhlakul karimah,” ujar Kakanwil.
Hal senada dikemukakan Ketua Yayasan Muta’allimin H. Moch. Syafi’i. “Yayasan Muta’allimin siap menjadikan madrasah sebagai tempat menempuh pendidikan umum dan pendidikan agama. Pendidikan agama merupakan pondasi fundamental untuk memperbaiki moralitas di era industri 4.0 saat ini. Kami siap mencetak lulusan yang menguasai teknologi dengan akhlak yang baik. Kesiapan kami bisa dilihat dari pembelajaran dan ujian yang dilaksanakan di madrasah kami yang telah melaksanakan ujian ujian berbasis komputer dalam 2 tahun terakhir,” urai H. Moch. Syafi’i.
Sehari sebelumnya, di tempat yang sama digelar istigosah atau do’a bersama yang dipimpin oleh ulama kharismatik Banten KH. Abuya Muhtadi Dimyathi dan dihadiri KH. Padma dari Malangnengah Kabupaten Lebak, serta tokoh agama dan tokoh masyarakat setempat. Acara istigosah tersebut dihadiri lebih dari 500 orang.


