Pandeglang (Inmas) – Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kabupaten Pandeglang terus berupaya memperbaiki kualitas penyelenggaraan MTQ, salah satunya dengan mulai menggunakan absen sidik jari (finger print) bagi peserta pada perhelatan MTQ XXXVII yang dilaksanakan di Kecamatan Saketi, 7-9 Oktober 2019.
“Mulai tahun ini kami akan memberlakukan absen sidik jari. Kami sudah mengalokasikan waktu pada hari Senin tanggal 7 Oktober dari jam 8 pagi sampai jam 5 sore untuk perekaman sidik jari seluruh peserta. Insya Allah waktunya cukup untuk melayani kafilah dari 35 kecamatan. Perekaman dilakukan oleh para panitera yang sudah mendapat bimbingan teknis,” jelas Sekretaris I LPTQ Kabupaten Pandeglang Dindin Herdiansyah.
Penggunaan finger print, lanjut Dindin, merupakan upaya LPTQ Kabupaten Pandeglang untuk mencegah praktek joki dalam pelaksanaan musabaqah. “Kami sudah menyiapkan 11 alat finger print sesuai dengan jumlah majelis. Kami berharap dengan teknologi ini tidak akan terjadi peserta menggunakan joki pada saat tampil,” harap Dindin.
Dindin menjelaskan, setelah peserta melakukan perekaman serentak dan sidik jarinya terekam dalam mesin finger, data hasil perekaman itulah yang akan digunakan sebagai absen peserta pada saat tampil. “Jadi sesaat sebelum tampil, peserta harus absen sidik jari dulu. Kalau data dan sidik jarinya sesuai baru bisa tampil,” tegasnya.
Tahun depan, selain memberlakukan finger print, LPTQ Kabupaten Pandeglang akan memulai pendaftaran peserta secara online, baik dalam pengisian biodata peserta maupun pengumpulan dokumen persyaratan peserta. “Ini bagian dari komitmen kami untuk memperbaiki kualitas penyelenggaraan MTQ agar menghasilkan qari/qari’ah yang dapat bersaing di tingkat provinsi maupun nasional,” ungkapnya.


