Pandeglang (Humas Pandeglang) – Di tengah makin meluasnya penyebaran virus Corona (COVID-19), siswa kelas 9 Madrasah Tsanawiyah (MTs) di Kabupaten Pandeglang tetap mengikuti Ujian Akhir Madrasah Berstandar Nasional Berbasis Komputer (UAMBN-BK). Ujian dilaksanakan selama 3 hari, yaitu Senin-Rabu, 16-18 Maret 2020.
Berdasarkan data dari Seksi Pendidikan Madrasah Kantor Kemenag Kabupaten Pandeglang, ujian diikuti oleh 9.365 siswa, terdiri dari laki-laki 4.550 orang dan perempuan 4.815 orang. Ujian diselenggarakan oleh 205 madrasah yang dikoordinir oleh 9 Kelompok Kerja Madrasah (KKM).
Meskipun dilaksanakan di tengah berbagai isu tentang virus Corona, para siswa tetap fokus mengerjakan soal-soal ujian, sebagaimana terlihat di MTsN 3 Pandeglang, Kecamatan Cibaliung. “Para peserta tampak tenang-tenang saja. Tidak terlihat raut wajah yang khawatir akan Corona. Para siswa terlihat serius mengerjakan soal-soal ujian,” jelas H. Eman Sulaiman, Kepala MTsN 3 Pandeglang saat dihubungi Senin (16/03/2020).
Menurut H. Eman, UMABN-BK di MTsN 3 Pandeglang diikuti oleh 201 peserta terdiri dari 90 siswa dan 111 siswi. Ujian menggunakan 3 ruang yang masing-masing diatur menjadi 3 sesi. “Alhamdulillah sejauh ini berjalan aman, tertib dan lancar, hanya ada sedikit kendala pada pengiriman hasil yang progresnya lambat,” jelasnya lagi.
Hal yang sama juga dijumpai di MTsN 4 Pandeglang Kecamatan Munjul. “Anak-anak biasa saja, mungkin karena tidak banyak yang tahu tentang Covid-19. Tapi pagi-pagi pada saat pengarahan mereka sudah dihimbau agar langsung pulang ke rumah setelah ujian selesai,” ungkap Hj. Neng Eulis, Kepala MTsN 4 Pandeglang, melalui pesan WhatApp, Senin (16/03/2020).
Di MTsN 4 Pandeglang, jelas Eulis, ujian diikuti oleh 272 peserta dari 4 madrasah, yaitu MTsN 4 Pandeglang 185 orang, MTsN 7 Pandeglang 69 orang, MTs Miftahunnajah 13 orang dan MTs Al- Kautsar 5 orang. “Alhamdulillah sampai saat ini lancar dan tidak ada kendala. Mudah-mudahan seterusnya tetap lancar,” harapnya
Saat anak-anak terlihat tenang-tenang saja, justeru orang tua mereka yang merasa khawatir, sebagaimana dijelaskan Yayan Dimyati, Kepala MTs Darussa’adah yang juga Ketua KKM 8 Pandeglang. Awalnya banyak orang tua siswa yang khawatir, tapi setelah dijelaskan sebelum ujian dimulai, alhamdulillah rasa khawatir mereka sedkit berkurang dan ujian bisa dilaksanakan dengan lancar,” jelas Yayan.


