Minggu, 24 Mei 2026
spot_img
BerandaBimas IslamKakanwil Kemenag Provinsi Banten Minta PAI Non PNS Perkuat 4 Pilar Kebangsaan

Kakanwil Kemenag Provinsi Banten Minta PAI Non PNS Perkuat 4 Pilar Kebangsaan

Pandeglang (Humas) – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Banten H. Nanang Fatchurochman berpesan agar Penyuluh Agama Islam (PAI) non PNS berperan lebih aktif dalam memperkuat 4 pilar kebangsaan, yaitu Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Bhinneka Tunggal Ika.

Pesan tersebut disampaikan Kakanwil saat memberikan pembinaan dalam pengajian bulanan yang diselenggarakan Forum Komunikasi PAI non PNS, Rabu (7/4/2021), di Pondok Pesantren Mathlaun Nawakartika di Kp. Parigi Desa Pasireurih Kecamatan Cisata, Pandeglang.

“Saya yakin bapak dan ibu ilmunya sudah mumpuni dan sudah tuntas dengan dirinya sendiri. Tugas bapak dan ibu adalah memberikan pembinaan dan pemahaman yang washatiyah, yang ramah, yang menjaga ideologi Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, NKRI dan merawat kebhinekaan,” ujar H. Nanang.

Menurut Kakanwil, para penyuluh harus mampu menunjukkan Islam yang moderat, toleran dan berkeadilan yang merupakan ruh dari semangat Islam yang rahmatin lil alamin. “Islam itu bukan rahmatan lil muslimin atau lil mukminin saja. Tapi Islam itu adalah Islam yang rahmatan lil alamin. Rahmat untuk semuanya. Makanya sifat Allah itu bukan Rahman saja tapi juga Rahim,” jelasnya.

Kakanwil meyakini jika semua pihak sudah bekerjasama maka paham radikalisme dan aliran sempalan tidak akan mudah menyusup ke masyarakat. “Insya Allah sempalan-sempalan dan aliran-aliran itu tidak akan masuk selagi kita bersama-sama bergandengan tangan memberikan pembinaan kepada mereka agar berada di jalan yang lurus,” kata mantan Kepala Biro IAIN Kendari itu.

Selain oleh PAI non PNS, pembinaan yang bertema mewaspadai faham radikalisme dan aliran sempalan ini diikuti penyuluh PNS, pengawas dan kepala KUA. Turut hadir dalam pembinaan tersebut Kasubbag Tata Usaha H. Asep Mulyadi, Kasi Bimas Islam H. Engkos Kosasih dan Penyelenggara Zakat dan Wakaf H. Mumuh Muhaemin.

Saat membuka acara, Kasubbag TU H. Asep Mulyadi meminta para penyuluh Agama Islam sebagai garda terdepan pembinaan umat untuk lebih giat dalam memberikan penyuluhan. Menurut H. Asep, munculnya aliran-aliran menyimpang di Kabupaten Pandeglang belakangan ini adalah momentum bagi para penyuluh untuk mengevaluasi diri.

“Ketika muncul aliran Hakdat di Sumur dan Hakekok di Cigeulis, orang tidak akan mencari yang lain. Yang dicari oleh masyarakat pasti penyuluh. Sudah melakukan tugas dan fungsinya atau belum? Makanya kita jadikan momentum munculnya aliran-aliran tersebut untuk mengevaluasi program-program kepenyuluhan dan meningkatkannya,” pesan H. Asep yang juga mantan Kasi Bimas Islam.

BERITA LAINNYA

KEPALA KANTOR

FLAYER UCAPAN

BACA JUGA