Pandeglang (Humas Kemenag) – Dharma Wanita Persatuan Kemenag Kabupaten Pandeglang yang diketuai oleh Hj. Upi Hanapiah, M.Pd. mengadakan perjalanan wisata religi menuju Pamijahan Tasikmalaya (2/12/22). Tujuan dari wisata religi ini ialah untuk menapak tilasi para wali-wali Allah sebagai penyebar Agama Allah di bumi ini yang bisa kita ambil hikmah dari setiap sejarah-sejarah dari masing-masing wali.
Pamijahan adalah desa di kecamatan Bantarkalong, Tasikmalaya, Jawa Barat, Indonesia. Pamijahan merupakan salah satu tempat ziarah atau wisata religi. Disana terdapat warisan peninggalan zaman para wali yang masih terawat kelestariannya. Beberapa tempat yang menjadi favorit tujuan peziarah di antaranya: Makam2 keturunan para wali dan Goa yang berisi jejak-jejak para wali dalam menyebarkan agama Islam, dikutip dari wikipedia. Pamijahan Tasikmalaya merupakan tempat destinasi wisata ziarah yang populer, banyak sekali orang yang datang mengunjungi tempat waliyullah ini dari berbagai kota. Yang menjadi daya tariknya adalah adanya makam Waliyullah Safarwadi (Kanjeng Syekh Abdul Muhyi) dan Gua Safarwadi yang konon katanya ada lorong yang bisa tembus sampai ke Makkah. Selain itu yang menarik dari gua ini adalah adanya ‘Kopiah Haji‘, yaitu lekukan-lekukan bulat atap Goa yang menyerupai peci yang konon jika ada yang pas saat berdiri, Insya Allah akan bisa Naik Haji. Itu menurut cerita dari berbagai sumber yang saya ajak bicara pada malam itu. Tapi ini merupakan cerita yang menarik, namun sebagai orang yang mempunyai keyakinan terhadap sang Maha Pencipta itu adalah sandaran yang nyata dan tempat meminta untuk semua permohonan kita Allah SWT.
Siapa sangka Dharma Wanita Persatuan Kemenag Pandeglang yang sudah datang jauh-jauh pada malam hari itu bisa sampai berziarah menuju Pamijahan makam Waliyullah Kanjeng Syekh Abdul Muhyi, perjalanan yang ditempuh sangatlah tidak mudah beratus-ratus kilo meter untuk sampai ditujuan, mobil bus yang ditumpangi harus melewati jalan yang berkelok, tikungan-tikungan tajam yang bisa membahayakan namun Allah memberikan perlindungan-Nya. Perbukitan-perbukitan yang sangat indah dan sangat berkesan yang bisa dinikmati menjelang maghrib dan alhamdulillahnya tidak ada kendala sedikitpun semua berjalan dengan baik meski semua orang dalam keadaan lelah. Ada salah satu pengurus DWP yang mengatakan, “awalnya kepala ini terasa pusing kata orang Sunda “Lieur” tapi setelah saya berjalan melewati tangga demi tangga sebelum sampai ke makam Waliyullah sedikit demi sedikit pusing itu mulai menghilang dan lama kelamaan pusing itu benar-benar hilang”, ujar Hj. Tati Jumiati Kepala Seksi Pendidikan Agama Islam sekaligus pengurus DWP. Itu kemungkinan merupakan suatu suatu keajaiban yang Allah tunjukkan kepada manusia ketika mengunjungi makam para wali karena semasa hidupnya, mereka adalah penyebar Agama Allah yaitu Islam. “Semoga kita bisa ditempatkan bersama dengan orang-orang shaleh nantinya di syurga Allah SWT.” ucap salah seorang ibu dibelakang saya. Sesampainya diatas tepat dimakam Waliyullah Kanjeng Syekh Abdul Muhyi, DWP Kemenag Pandeglang langsung meminta tolong kepada orang yang biasa memimpin ziarah disitu beliau kebetulan asli dari Pandeglang Mandalawangi sangat senang dan bahagia kita bisa bertemu dengan saudara sedaerah.
Keesokan harinya tepat tanggal 3 Desember 2022, sebagai hiburan sebelum melakukan perjalanan pulang, semua dihibur dengan bisa mengunjungi wisata Situ Bagendit kabupaten Garut. Sebuah danau berukuran besar menjadi daya tarik utama pada objek wisata yang satu ini. Ditambah dengan pemandangan dan suasana khas perkampungan yang indah, objek wisata ini menjadi satu dari beragam objek wisata favorit di Garut. Lokasi objek wisata Situ Bagendit ini terletak di Kecamatan Banyuresmi, Kabupaten Garut. Ketua DWP Kemang Kab. Pandeglang H. Upi Hanapiah memberikan waktu kepada semua anggota DWP selama 30 menit untuk menikmati panorama alam yang indah di Situ Bagendit. Sebetulnya ingin berlama-lama ditempat ini, namun perjalanan sangatlah amat jauh sehingga waktu sangatlah terbatas. Setelah usai berwisata, semua bergegas menuju bus dan melanjutkan perjalanan pulang, semua terbayar dengan sangat puas, walaupun ada satu kekurangan tidak mengunjungi Goa Safarwadi, lain waktu pokoknya kita nanti harus bisa mengunjungi Goa Safarwadi setelah berziarah, ucap salah satu ibu guru madrasah. Ketua Dharma Wanita Persatuan Kemenag Kabupaten Pandeglang sangat mengucapkan banyak-banyak terimakasih kepada seluruh peserta wisata religi yang ikut serta, nanti di lain waktu pula beliau berharap bisa lebih memaksimalkan lagi dalam segi pelakasanaanya. Senin, 5 Desember 2022.


