Minggu, 24 Mei 2026
spot_img
BerandaBimas IslamKemenag Pandeglang Seleksi Penyuluh Agama IslamTeladan

Kemenag Pandeglang Seleksi Penyuluh Agama IslamTeladan

Pandeglang (Inmas) – Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pandeglang melalui Seksi Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam mengadakan lomba pemilihan Penyuluh Agama Islam (PAI) teladan tingkat Kabupaten Pandeglang. Kegiatan diadakan di aula Kantor kemenag Kabupaten Pandeglang, Rabu (26/06). Lomba diikuti oleh para Penyuluh Agama Islam (PAI) non PNS dari 35 kecamatan se-Kabupaten Pandeglang sebanyak 49 orang, masing-masing kecamatan mengirimkan perwakilan 2-3 orang.

Menurut Kepala Seksi Bimas Islam Kantor Kemenag Pandeglang H. Asep Mulyadi, lomba diadakan untuk meningkatkan kompetensi penyuluh sekaligus memberikan penghargaan atas keteladanan yang telah mereka tunjukkan dalam melaksanakan tugas.

H. Asep juga berharap para peserta bisa saling belajar satu sama lain melalui ajang ini. “Apa yang dipaparkannya hari ini oleh peserta dalam lomba di tingkat kabupaten ini menjadikan kinerja para penyuluh lebih baik lagi dan bisa memberikan pengarahan lebih untuk masyarakat luas, terutama di Kabupaten Pandeglang,” tambah H. Asep.

Acara tersebut dibuka oleh Kasi Penerangan dan Penyuluhan Agama Islam Kanwil Kemenag Provinsi Banten H. Ujang Zarkasyi didampingi Kepala Seksi Bimas Islam H. Asep Mulyadi. Dalam sambutannya H. Ujang menghimbau kepada seluruh penyuluh agar bekerja lebih baik dan lebih aktif lagi. “Jangan sekedar ada laporan saja tapi pekerjaannya tidak ada,” tegas H. Ujang.

H. Ujang menjelaskan, selain karya tulis yang dipresentasikan kepada tim penilai, para peserta juga diharus menunjukkan dokumen kegiatan, misalnya dalam bentuk video, saat mengadakan pengajian di daerah binaan. Setelah diadakan penilaian, dari setiap kabupaten akan diambil 2 orang peserta yakni penyuluh agama PNS dan non PNS untuk diusulkan menjadi peserta pemilihan tingkat Provinsi. “Biasanya hasil dari perlombaan tersebut akan dikirim ke Presiden untuk mngikuti upacara 17 Agustus, di istana negara, ujar H. Ujang.

Dalam perlombaan tersebut, salah satu peserta dari Kecamatan Angsana H. Anang memaparkan konsepnya tentang metode pemberantasan buta huruf al-Quran di daerahnya yang masih banyak orang yang lanjut usia belum mampu membaca tulisan al-Quran. Karena itu H. Anang pun ingin sekali menerapkan metode pembelajaran 18 – 21 yang artinya berpuasa dari gadget dari pukul 18.00 setelah shalat magrib sampai pukul 21.00 untuk fokus mempelajari baca tulis Al-Quran. (Heru Suherman)

BERITA LAINNYA

KEPALA KANTOR

FLAYER UCAPAN

BACA JUGA