Pandeglang (Humas Pandeglang) – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Banten menggandeng Pemkab Pandeglang untuk menggelar pengajian ulama-umaro, Rabu (25/09/2019) di Masjid Agung Ar-Rahman.
Pengajian ini dihadiri ribuan warga Pandeglang dari berbagai kalangan. Tampak hadir Dirbinmas dan Kabid Humas Polda Banten, Forkompimda Provinsi Banten, Sekda Kabupaten Pandeglang, Kapolres Pandeglang, Kepala Kemenag Pandeglang, Ketua MUI Pandeglang, para pejabat di lingkungan Pemkab Pandeglang dan masyarakat lainnya.
Sekda Pandeglang Feri Hasanudin yang mewakili Bupati Pandeglang mengucapkan terima kasih kepada para ulama, TNI dan Polri yang telah menyelenggarakan pengajian secara rutin. Feri berharap pengajian seperti ini dapat terus dilaksanakan oleh ulama dan umaro bersama masyarakat.
“Insya Allah dengan adanya pengajian ini iman dan taqwa kita akan semakin kuat. Apabila kita memiliki iman yang kuat, kita tidak takut akan kematian,” katanya.
Apresiasi yang sama diberikan oleh Kepala Kemenag Pandeglang yang diwakili Kepala Subbagian Tata Usaha H. Amin Hidayat. Dalam sambutannya H. Amin berharap pengajian ulama umaro ini dapat mempererat silaturahim antar seluruh komponen umat Islam, khususnya di Kabupaten Pandeglang, sehingga mampu memperkokoh ukhuwah islamiyah yang bermuara pada terpeliharanya persatuan dan kesatuan.
Hal senada dikemukakan Kapolres Pandeglang AKBP Indra Lutrianto. Kapolres menyatakan bahwa ulama dan umaro harus menjaga persatuan dengan cara saling berkomunikasi antar satu sama lain, terutama dalam mencegah berita bohong yang menjadi dampak perkembangan teknologi informasi.
“Untuk mencegah hal tersebut, kami meminta peran penting dari para ulama agar bisa mencegah semua berita hoaks dengan cara saling menjaga dan berkomunikasi dengan kami dan pihak pemerintah,” kata Kapolres.
Ketua MUI Kabupaten Pandeglang KH. Tubagus Hamdi Ma’ani dalam taushiyahnya antara lain menyampaikan peran dan tugas penting yang diemban ulama dan umaro di tengah masyarakat yang dinamis saat ini. Para ulama, kata KH. Hamdi, adalah pewaris Nabi dan penerus tugas-tugasnya di dunia ini. Yaitu membawa kabar gembira, memberi peringatan, mengajak kepada Allah dan memberi cahaya.
Sedangkan ulil amri atau umaro, lanjut KH. Hamdi, adalah sebutan bagi orang yang memegang kekuasaan, bertanggung jawab, dapat mengambil keputusan serta menangani berbagai persoalan. “Para pemimpin harus mampu menangani berbagai persoalan di masyarakat dengan berlaku seadil-adilnya untuk kemaslahatan bersama,” urainya.


