Pandeglang (Humas) – Selama bulan suci Ramadhan pencatatan nikah di Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan se-Kabupaten Pandeglang cenderung turun secara drastis. Namun hal itu tidak membuat pelayanan publik di unit kerja terbawah Kementerian Agama ini berhenti. Sepinya pencatatan nikah justeru digunakan oleh KUA untuk menggarap tugas dan fungsi (tusi) selain pernikahan.
Minimnya pencatatan nikah selama bulan puasa diakui H. Ayep Saepul Anwar, Kepala KUA Kecamatan Cimanuk. Menurut H. Ayep, sepanjang Ramadhan tahun ini KUA Cimanuk baru melaksanakan 3 kali pernikahan di kantor, sedangkan untuk luar kantor hanya ada 1 pernikahan, yakni pada 30 April 2021 mendatang di Kampung Leuwipapan Desa Kadubungbang Kecamatan Cimanuk.
“Selama Ramadhan biasanya (pelaksanaan pernikahan) memang sepi. Tahun ini cuma ada tiga nikah di kantor dan baru satu yang mendaftar untuk nikah luar kantor. Bahkan Ramadhan tahun lalu hanya ada satu kali pernikahan selama sebulan,” urai H. Ayep saat ditemui di kantornya, Selasa (27/04/2021).
Kondisi ini, menurut H. Ayep, sangat kontras dengan bulan-bulan sebelumnya. Mantan penghulu Kecamatan Saketi dan Pandeglang ini merinci, di wilayah tugasnya sepanjang bulan Januari 2021 terdapat 35 kali pernikahan, terdiri dari 2 kantor, 2 isbat dan 32 luar kantor. Pada bulan Februari berlangsung 28 pernikahan, dengan rincian 4 kantor, 2 isbat dan 22 luar kantor.
Jumlah pernikahan lalu naik secara signifikan menjelang Ramadhan. Yaitu 50 kali pada bulan Maret, 2 diantaranya di kantor, 2 isbat dan 46 luar kantor. Selanjutnya pada bulan April dalam kurun waktu 12 hari saja berlangsung 23 kali pernikahan, 3 diantaranya di kantor, 1 isbat dan 19 luar kantor.
“Setelah itu turun drastis. Bahkan keadaan ini biasanya berlanjut sampai bulan Syawal dan Dzulqo’dah. Jadi ada kebiasaan di masyarakat kita untuk menghabiskan pernikahan di bulan Rajab dan Sya’ban,” terang H. Ayep yang sempat membawa KUA Cimanuk ke ajang pemilihan KUA teladan tingkat Provinsi Banten tahun 2019 lalu.
Saat dikonfirmasi bakal turunnya jumlah Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebagai imbas turunnya jumlah pernikahan di KUA Cimanuk, H. Ayep hanya tersenyum. Namun ia memastikan layanan di KUA yang dikepalainya akan tetap berjalan seperti biasa. Menurutnya, sepinya peristiwa nikah justeru dijadikan momentum untuk menggarap tusi KUA di bidang lainnya, seperti perwakafan, kemasjidan, keluarga sakinah, ketatausahaan dan kerumahtanggaan KUA.
“Alhamdulillah kemarin kami baru saja menyelesaikan pengurusan wakaf tiga bidang tanah di wilayah Cimanuk untuk masjid dan pemakaman umum. Ketiganya wakaf Bapak H. Surya, warga Kampung Kadudodol. Waktu luang ini juga kami gunakan untuk penataan arsip dan pengelolaan data,” urainya.
Hal ini diamini Wahyudi Arief, operator Sistem Informasi Manajemen Nikah (Simkah) KUA Cimanuk. Menurut Wahyu, meskipun tidak banyak peristiwa nikah yang harus diinput selama Ramadhan, ia tetap masuk kerja seperti biasa untuk menggarap perbaikan-perbaikan data peristiwa nikah bulan sebelumnya.
Turunnya jumlah pernikahan selama Ramadhan juga dialami KUA Pagelaran. Kepala KUA Pagelaran Rowi, mengatakan hingga pertengahan puasa ini belum satupun pernikahan yang dilangsungkan, baik di kantor maupun di luar kantor KUA Pagelaran.
Padahal menurut Rowi, bulan sebelumnya peristiwa nikah di wilayah KUA Pagelaran lumayan tinggi. Selama bulan Januari 2021 terdapat 21 kali pernikahan yang seluruhnya luar kantor, lalu pada Februari berlangsung 16 kali pernikahan, salah satunya berlangsung di kantor. Sedangkan bulan Maret melonjak menjadi 41 kali pernikahan yang 1 diantaranya berlangsung di kantor KUA.
Berdasarkan pengalamannya sebagai penghulu, Rowi memprediksi akan ada pernikahan menjelang lebaran, meskipun jumlahnya tidak banyak. Sejauh ini, ungkap Rowi, pihaknya sudah menerima 3 pendaftar nikah untuk bulan Mei nanti.
“Ada satu tradisi unik di masyarakat kita, namanya memaleman. Yaitu melaksanakan pernikahan pada malam-malam terakhir menjelang lebaran. Biasanya mulai tanggal 21 Ramadhan dan setelahnya. Maksudnya biar pas hari lebaran bawa gandengan baru,” jelas Rowi sembari terkekeh. (Naskah: Rizal, Foto: Rani)


