Minggu, 24 Mei 2026
spot_img
BerandaKemenag PandeglangSosialisasi Kenakalan Remaja Oleh DWP Kemenaterian Agama Kabupaten Pandeglang

Sosialisasi Kenakalan Remaja Oleh DWP Kemenaterian Agama Kabupaten Pandeglang

Pandeglang (Humas Kemenag) – Perkembangan teknologi informasi membawa sebuah perubahan dalam masyarakat. Lahirnya media sosial menjadikan pola perilaku masyarakat mengalami pergeseran baik budaya, etikan dan norma yang ada. Indonesia dengan jumlah penduduk yang besar dengan berbagai kultur suku, ras dan agama yang beraneka ragam memiliki banyak sekali potensi perubahan sosial. Dari berbagai kalangan dan usia hampir semua masyarakat Indonesia memiliki dan menggunakan media sosial sebagai salah satu sarana guna memperoleh dan menyampaikan informasi ke publik.

Ketua DWP Kemenag Kab. pandeglang Hj. Upi Hanapiah, M.Pd., didampingi oleh Kepala Kantor H. Amin Hidayat M.Ag.,sebagai Dewan Pembina DWP, turut hadir pula Kasubbag TU Dr. H. Kosasih, M.Pd., Pejabat di lingkungan Kemenag Kab. Pandeglang, sebagai tamu undangan hadir pula Bupati Kabupaten Pandeglang Hj. Irna Nuralita, S.E, M.M didampingi oleh Kabbag Kesra H. Abdul Hadits Muntaha beserta staff Pemda Kab. Pandeglang, dan Hadir pula Kapolres Pandeglang AKBP Belny Warlansyah, S.H, SIK, M.H., beserta jajarannya yang mendampingi. Kegiatan sosialisasi ini di lakasanakan di Gedung Aula Kemenag Kab. Pandeglang.

Dampak positif dari media sosial adalah memudahkan kita untuk berinteraksi dengan banyak orang, memperluas pergaulan, jarak dan waktu bukan lagi masalah, lebih mudah dalam mengekspresikan diri, penyebaran informasi dapat berlangsung secara cepat, biaya lebih murah. Sedangkan dampak negatif dari media sosial adalah menjauhkan orang-orang yang sudah dekat dan sebaliknya, interaksi secara tatap muka cenderung menurun, membuat orang-orang menjadi kecanduan terhadap internet, menimbulkan konflik, masalah privasi, rentan terhadap pengaruh buruk orang lain. Adanya media sosial  telah mempengaruhi kehidupan sosial dalam masyarakat. Perubahan-perubahan dalam hubungan sosial (social relationships) atau sebagai perubahan terhadap keseimbangan hubungan sosial dan segala   bentuk   perubahan-perubahan   pada   lembaga-lembaga kemasyarakatan didalam suatu masyarakat, yang mempengaruhi sistem  sosialnya,  termasuk  didalamnya nilai-nilai,  sikap  dan  pola perilaku diantara kelompok-kelompok dalam masyarakat. Perubahan sosial positif seperti kemudahan memperoleh dan menyampaikan informasi, memperoleh keuntungan secara sosial dan ekonomi. Sedangkan perubahan sosial yang cenderung negatif seperti munculnya kelompok-kelompok sosial yang mengatasnamakan agama, suku dan pola perilaku tertentu yang terkadang menyimpang dari norma-norma yang ada.

Pada Sambutannya, Ketua Dharma Wanita Persatuan Wanita Kementerian Agama Kabupaten Pandeglang menyampaikan bahwa, “semoga pada kesempatan yang sangat berbahagia ini semua anggota DWP Kemenag Kab. Pandeglang mampu bersinergi mengawal serta menjaga marwah kementerian Agama di dalam kementerian Agama ataupun di luar kementerian agama yaitu lingkungan masyarakat agar senantiasa berprilaku baik menjadi contoh bagi orang-orang sekitar. Kementerian Agama harus tampil di garda terdepan menunjukkan integritas yang tinggi”. Dan semoga pada “Sosialisasi Kenakalan Remaja” dengan tema “Menguak Misteri Kenakalan Remaja di Era Milenial dalam Lingkungan Keluarga”, dapat mengambil sutu pelajaran dan hikmah intisari yang akan disampaikan oleh Kapolres Pandeglang AKBP Belny Warlansyah. Namun sebelum memulai materi, tak lupa pula sedikit sambutan dari kepala kantor sebagai dewan pembina DWP Kemenag Kab. Pandeglang, beliau menuturkan tidak banyak, hanya mengucapkan banyak banyak terimakasih kepada Kapolres dan Bupati Pandeglang yang sudah berkenan hadir pada acara kegiatan sisialisasi Kenakalan remaja dan semoga Bupati beserta Kapolres Pandeglang dapat memberikan pemahaman kepada seluruh pengurus dan anggota DWP Kemenag Kab. Pandeglang.

Kapolres Pandeglang AKBP Belny Warlansyah, mengawali materinya dengan memberikan alamat medsos resmi Polres Pandeglang, seperti Facebook, Instagram, Twitter, Tik tok dan lainnya, disarankan untuk mengkonfirm supaya bisa mengakses segala informasi yang valid dengan tujuan agar tidak terkena hoax dengan isu-isu yang beredar di masyarkat. “Medsos juga sebagai sumber masalah”, ucap Kapolres. Kalau tidak bisa memilah dan memilih sumber yang baik maka kita akan berdampak negatif, sehingga kita nantinya akan masuk dalam suatu permasalahan. Beliau mengenyam pendidikan di Korea Selatan mengambil pendidikan mengenai Cybercrime. Beliau juga menyampaikan “untuk berhati-hati dalam men-share informasi apapun di medsos, agar tidak salah melangkah, medsos juga adalah sumber ilmu ajarkan pada lingkungan betapa banyaknya manfaat dari gadget (hp), kita bisa dpt ide, dapat intuisi, dpt inovasi, dan dapat membuka jendela dunia, kemanapun kita bisa terbang”. Kapolres juga menghimbau kepada ibu-ibu yang hadir untuk bisa memantau anak-anaknya agar tidak berlebihan dalam menggunakan gadget, meminimalisir dengan kegiatan atau aktivitas yang bermanfaat. “Boleh bermain hp namun harus ada batasannya, itu kata beliau”. Dalam isi materinya Kapolres menitik beratkan kepada beberapa hal yaitu, Kekerasan, Asusila, Narkoba, Miras dan berita Hoax, ini yang harus kita waspadai, karena ini bisa merusak bahkan menghancurkan bangsa. Kapolres mengajak semua ibu-ibu untuk bekerja sama menciptakan kerukunan, keamanan dan kenyamanan. Karena bagaimanapun, monitoring dan controlling yang amat teramat penting itu adalah peran keluarga, dengan perbekalan yang cukup yang diberikan oleh orang tua maka anak-anak yang kita cintai akan selamat tidak terjerat pada permasalahan yang ada, jauh dari perbuatan tercela jauh dari tindakan kekerasan, jauh dari miras, jauh dari narkoba, jauh dari berita hoax, dan lainnya.

Tim BADAK yang dibentuk oleh satuan POLRES Pandeglang untuk menangani suatu tindakan annti kekerasan yang baru-baru ini kerap meresahkan masyarakat, terjadinya tawuran antar sekolah namun berkat kerjasama yang diperlihatkan oleh masyarakat dan kepolisian Kabupaten Pandeglang mampu mengamankan dan tidak ada kejadian yang tidak diinginkan apalagi sampai merenggut korban jiwa seperti yang terjadi di daerah lain. Kepolisian juga dapat menghentikan dan meringkus bandar narkoba yang terjaring di kecamatan Sumur dan Mandalawangi ini mampu ditangani dengan baik. Oleh karena itu, “Kapolres sekali berharap, kepada seluruh warga dan masyarakat dan Pemerintah dan khsusunya kepada figur ibu yang hadir untuk menjadi partner bagi kepolisian”.

Hj. Irna Narulita, sebagai Bupati Pandeglang pula tidak banyak yang beliau sampaikan, dalam celetukan candaannya sambil tertawa, “apalagi yang bisa saya sampaikan semua sudah diborong habis oleh Kapolres” ucapnya sambil tertawa. Disini saya menempatkan diri sebagai seorang figur ibu bagi keluarga dan anak-anak saya, dimana saya harus memberikan contoh yang baik dan harus bisa membawa keluarga pada jalan kebaikan beriringan bersama pendamping hidup saya yaitu suami tercinta. “Persoalan mendidik dan memberikan pelajaran kepada anak itu tidaklah mudah, namun kita sebagai orang tua harus mampu tampil menjadi orang tua yang bertanggungjawab karena ini merupakan amanah yang sangat penting dan berharga yang Allah SWT. titipkan pada kita semua, tuturnya”. Semua harus dengan hati, semua harus dengan perasaan yang lembut menjadi contoh yang baik bagi anak-anak kita bekali dengan ilmu agama yang cukup, bekali anak-anak kita dengan ilmu yang cukup, tanamkan kepada anak-anak kita sifat dan prilaku lemah lembut, sopan serta santun. Beliau mengutip perkataan baginda nabi, siapa yang kerap diulang dan diulang ketika Rasulullah ditanya oleh sahabat “wahai Rasulullah, siapa yang paling berhak aku perlakukan dengan baik? Nabi menjawab: Ibumu. Lalu siapa lagi? Nabi menjawab: Ibumu. Lalu siapa lagi? Nabi menjawab: Ibumu. Lalu siapa lagi? Nabi menjawab: ayahmu, lalu yang lebih dekat setelahnya dan setelahnya” (HR. Al Bukhari dalam Adabul Mufrad, sanadnya hasan). Dan disinilah peran ibu sangat penting, karena kemuliaannya sangatlah tinggi dimata Allah, harus mempunyai peranan yang besar supaya anak-anak kelak menjadi anak-anak yang menghormati orang tua dan menghargai orang lain nantinya”. Itulah kalimat terkahir yang Bupati Panadeglang Hj. Irna sampaikan kepada seluruh Pengurus dan anggota DWP Kemenag Kab. Pandeglang. Rabu, 16 November 2022.

 

 

BERITA LAINNYA

KEPALA KANTOR

FLAYER UCAPAN

BACA JUGA